ZONAUTARA.com – Declan Rice sedang kehabisan tenaga, meninggalkan Thomas Tuchel dengan teka-teki di lini tengah. Rice, yang berusia 27 tahun, tampil dalam pertandingan ke-63 musim 2025-26 saat Inggris meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia dalam pertandingan pembuka Piala Dunia pada Rabu (19/6/2026) waktu WIB. Mantan pemain West Ham ini telah memainkan total 360 pertandingan sejak awal musim 2020-21, menunjukkan betapa padatnya jadwal yang harus dijalani.
Rice sangat vital bagi West Ham selama perjalanan mereka di kompetisi Eropa pada tahun 2022 dan 2023, menjadi andalan bagi pelatih Gareth Southgate di timnas Inggris, dan berkontribusi besar untuk Arsenal di Liga Premier dan Liga Champions sejak bergabung tiga tahun lalu. Namun, saat menghadapi Kroasia, Rice tampak kelelahan dan tidak menunjukkan performa terbaiknya. Posisi dan pergerakannya di lapangan juga tidak optimal, terlihat ada jarak yang terlalu besar antara dirinya dan Elliot Anderson pada babak pertama yang mengkhawatirkan.
Rice terpaksa ditarik keluar pada menit ke-72 saat Inggris unggul 3-2, sebuah langkah yang jarang dilakukan mengingat kemampuan memenangkan bola yang dimilikinya. Tuchel mengungkapkan bahwa Rice merasakan ketidaknyamanan di punggung bawah dan hamstring atasnya, dan meskipun penggantian tersebut bersifat pencegahan, ada kekhawatiran bahwa kapten wakil Inggris tersebut mungkin kehabisan tenaga di saat yang paling dibutuhkan. Rice menyatakan akan siap menghadapi Ghana pada Selasa mendatang, namun Inggris harus berhati-hati dengan kondisi fisiknya.
Tanpa Rice, lini tengah Inggris terlihat tidak berfungsi dengan baik. Tuchel menyebutkan bahwa Rice mengalami kehilangan bola yang tidak biasa, dan timnya tidak ingin bermain tanpa dirinya. Dalam enam tahun terakhir, Inggris jarang tampil baik saat Rice absen dan tidak memiliki pengganti yang sepadan. Kobbie Mainoo memiliki kemampuan yang baik, tetapi masih muda dan tidak memiliki fisik serta kemampuan set-piece seperti Rice. Jordan Henderson bisa menjadi opsi, tetapi usianya sudah 36 tahun dan tidak dipanggil untuk menjaga tempo tinggi melawan Kroasia.
Tuchel tidak memiliki jawaban yang jelas. Ketika Rice ditarik keluar, langkah awalnya adalah memindahkan Jude Bellingham ke posisi yang lebih dalam, tetapi itu hampir membuat Kroasia menyamakan kedudukan. Eksperimen tersebut hanya bertahan delapan menit. Baru setelah itu, Inggris menemukan cara untuk berfungsi tanpa Rice, dengan memasukkan Djed Spence yang menggantikan Bellingham, memungkinkan Reece James untuk bergerak dari posisi bek kanan dan beradaptasi dengan peran yang sudah dilakukannya dengan baik di Chelsea selama 18 bulan terakhir.
James bisa menjadi solusi di lini tengah jika menit bermain Rice harus dikelola. Dia pernah bermain di posisi tersebut saat dipinjamkan ke Wigan pada musim 2018-19. Meskipun sebagian besar karirnya dihabiskan sebagai bek kanan, dia mengalami pergeseran posisi selama 18 bulan di bawah Enzo Maresca di Chelsea. Tuchel, yang awalnya skeptis dengan kemampuan James, kini memahami pandangan Maresca. James memiliki fisik yang kuat dan cerdas dalam bermain, mampu melakukan tekel dan memiliki variasi umpan yang baik.
Ketika Chelsea mengalahkan PSG di final Piala Dunia Klub tahun lalu, penampilan James menunjukkan bahwa dia mampu berkontribusi di lini tengah. Tuchel menyatakan bahwa James dapat bermain di posisi 6 karena performanya di tingkat tinggi untuk Chelsea. Jika James keluar dari lini belakang, Spence, Ezri Konsa, dan Jarell Quansah bisa menggantikan posisi bek kanan. Salah satu rencana adalah menempatkan Konsa sebagai bek tengah ketiga bersama John Stones dan Marc Guéhi, membebaskan Nico O’Reilly untuk maju dari posisi bek kiri.
Namun, keraguan terbesar terkait dengan kebugaran James. Dia memiliki riwayat cedera hamstring yang panjang, dan yang terbaru terjadi pada bulan Maret, yang membuatnya absen hampir dua bulan. Ini menjadi komplikasi bagi Inggris, yang juga kehilangan Tino Livramento akibat cedera betis, sehingga Tuchel harus menggantinya dengan Trevoh Chalobah. Musim ini sangat melelahkan bagi banyak anggota skuad, dan James, sebagai pilihan utama bek kanan, tidak bisa diharapkan untuk memikul semua beban di lini tengah jika Rice kesulitan. Kekhawatiran tentang kebugaran terus menghantui Tuchel menjelang Piala Dunia. Keputusan untuk terbang lebih awal ke Florida untuk kamp pra-turnamen didasarkan pada kondisi fisik. Namun, Rice bergabung terlambat setelah bermain di final Liga Champions, terus memaksa dirinya hingga batas. Jika Inggris mencapai final dan Rice tidak diistirahatkan, dia akan memainkan 70 pertandingan untuk klub dan negara musim ini. Permintaan yang sangat ekstrem ini membuat Tuchel harus memikirkan rencana alternatif.
Sumber: The Guardian

