AS Kerahkan Sistem Rudal Typhon ke Jepang, China Khawatir

AS mengerahkan sistem rudal Typhon ke Jepang untuk latihan militer, memicu kekhawatiran China.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan sistem rudal jarak menengah Typhon ke Prefektur Kagoshima, Jepang. Langkah ini menandai pertama kalinya Washington melakukan hal tersebut dalam rangka latihan militer gabungan dengan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF). Sistem rudal ini disebut dapat meningkatkan kerja sama pertahanan antara kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional.

Japan Times melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan bahwa penempatan sementara sistem rudal Typhon ini akan memperkuat kesiapan dan kemampuan operasi militer AS dan Jepang. “Saya percaya bahwa penempatan sementara aset tersebut ke fasilitas Pasukan Bela Diri dan pelaksanaan pelatihan gabungan berulang tidak hanya akan meningkatkan kemampuan pengerahan cepat militer AS, tetapi juga meningkatkan daya tanggap dan interoperabilitas Jepang-AS,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers pekan lalu.

Nama Typhon sendiri, menurut etimologi, diambil dari monster dalam mitologi Yunani yang pernah menantang dewa Zeus, memberikan kesan kekuatan dan daya hancur besar. Typhon akan digunakan dalam latihan Valiant Shield hingga 1 Juli, sebelum kembali dilibatkan dalam latihan Orient Shield pada September mendatang. Setelah latihan tersebut, sistem ini rencananya akan dipindahkan ke pangkalan militer AS di Jepang sekitar pertengahan Oktober. Koizumi menegaskan, “Kami telah diberitahu oleh pihak AS bahwa ini bukan merupakan penempatan permanen ke Jepang,” menekankan sifat sementara pengerahan ini.

Pengerahan Typhon ini telah memicu reaksi keras dari China. Beijing menganggap langkah ini dapat mengganggu stabilitas kawasan dan memperbesar risiko perlombaan senjata di Asia Timur. “Pengerahan Typhon, senjata ofensif strategis, akan merugikan kepentingan keamanan sah negara lain, mengancam keamanan strategis regional, dan meningkatkan risiko konfrontasi militer serta perlombaan senjata,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun. Dengan jangkauan hingga 1.600 kilometer, sistem ini membuat sebagian wilayah China berada dalam potensi jangkauan serangan jika ditempatkan di Jepang.

Selain Typhon, AS dilaporkan juga akan mengerahkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dalam latihan tersebut. Namun, tidak ada rencana penembakan langsung dari kedua sistem senjata ini selama berada di Pangkalan Udara Kanoya. Pengerahan ini merupakan bagian dari strategi AS untuk memperkuat kehadirannya di Asia setelah berakhirnya Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) dengan Rusia pada 2019. Jepang juga telah mulai melonggarkan kebijakan pertahanan untuk meningkatkan kehadiran senjata jarak jauh di wilayahnya.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com