ZONAUTARA.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, menegaskan bahwa dialog antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss tetap berlangsung meskipun Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan pada Senin (22/6) setelah pembicaraan yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar di resor Burgenstock, Swiss, pada Minggu (21/6).
Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari yang sama, Trump menyatakan akan kembali menyerang Iran jika negara tersebut tidak menghentikan sekutunya di Lebanon dari “menimbulkan masalah”. Menanggapi ancaman ini, media melaporkan bahwa delegasi Iran meninggalkan ruangan dan menyatakan tidak akan kembali kecuali Trump meminta maaf.
Kepada kantor berita Iran, IRNA, Baghaei menjelaskan bahwa ancaman tersebut disampaikan saat istirahat untuk konsultasi sekitar pukul 16.30 waktu setempat (20.00 WIB). Ini mendorong delegasi Iran untuk menyatakan ketidakikutsertaannya dalam pertemuan empat pihak, yang melibatkan Iran, AS, Qatar, dan Pakistan.
Meskipun demikian, Baghaei menambahkan, “Namun, para perantara terus bertukar pernyataan.” Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya menyatakan bahwa delegasi Iran tidak meninggalkan perundingan, bertentangan dengan laporan sebelumnya.
Pada 18 Juni, Iran dan AS telah menandatangani memorandum secara virtual untuk mengakhiri konflik militer yang dimulai pada 28 Februari. Memorandum tersebut juga mengatur pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran dan pemulihan pelayaran di Selat Hormuz.
Diolah dari laporan Antara.

