ZONAUTARA.com – Sir Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh, membuka jalan bagi pemilihan untuk memilih Perdana Menteri baru Inggris. Berbicara di Downing Street, Starmer mengatakan dirinya telah menerima bahwa ia tidak lagi menjadi sosok terbaik untuk memimpin Partai Buruh dalam pemilu umum berikutnya, dan telah memberitahu Raja tentang keputusannya untuk mengundurkan diri.
Starmer menambahkan ia telah meminta badan pengurus Partai Buruh untuk menetapkan jadwal menggantikannya, dengan pencalonan dimulai pada 9 Juli dan berakhir sebelum masa reses musim panas pada 16 Juli. Jika terjadi kontestasi, seorang pemimpin baru akan ditetapkan sebelum Parlemen kembali bersidang pada bulan September. Starmer akan tetap menjabat sebagai Perdana Menteri hingga kontestasi kepemimpinan ini selesai.
Andy Burnham dianggap sebagai calon terdepan untuk menggantikan Starmer setelah memenangkan pemilihan sela Makerfield menghadapi saingan dari Reform UK. Burnham menyatakan pada hari Senin bahwa dirinya akan mencalonkan diri dalam kontestasi kepemimpinan sebelum ia naik kereta ke London untuk menduduki kursinya di parlemen.
Keputusan Starmer untuk mundur juga menandakan bahwa Inggris akan segera memiliki Perdana Menteri ketujuh sejak tahun 2016. Dalam pidatonya, Starmer menegaskan bahwa dirinya mendengarkan suara dari partainya terkait kepemimpinannya. Ia mengatakan akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjadi suami dan ayah terbaik bagi keluarganya setelah meninggalkan posisinya sebagai perdana menteri.
Burnham dipuji oleh koleganya selama pelantikannya di House of Commons. Dalam acara tersebut, Burnham menerima sorakan meriah dari bangku Partai Buruh dan meneruskan agenda ekonomi yang inklusif jika menjadi Perdana Menteri, meskipun masih mempertahankan aturan fiskal pemerintah saat ini.
Diolah dari laporan BBC News.

