Potensi Hilirisasi Sektor Non-Tambang Dapat Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BKPM ungkap potensi hilirisasi sektor non-tambang seperti agrikultur dan perikanan untuk dorong ekonomi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memaparkan potensi besar hilirisasi yang tak hanya berlaku di sektor tambang, tetapi juga di sektor non-tambang seperti agrikultur dan perikanan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, dalam acara Economic Update 2026 CNBC Indonesia.

Menurut Todotua, hilirisasi merupakan upaya untuk mendapatkan nilai tambah dari berbagai komoditas di dalam negeri sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan transfer pengetahuan. Ia menekankan bahwa sumber daya alam seperti mineral, batu bara, minyak, dan gas lambat laun akan habis, sehingga diperlukan pemanfaatan potensi dari sektor perkebunan dan kehutanan.

“Kita sama-sama memahami sumber daya alam kita di sektor mineral, batu bara, oil, dan gas ini suatu saat akan habis. Tetapi, sumber-sumber daya alam kita juga dengan potensi kita yang sangat besar berbicara di sektor agrikultur, perkebunan, kehutanan,” jelas Todotua.

Di sektor agrikultur, Indonesia memiliki potensi besar dari kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Todotua memaparkan, Indonesia sedang mempersiapkan diri memasuki konsep B40, bahkan menuju B50 karena kekuatan pada CPO (crude palm oil) dan pemanfaatannya.

Pemerintah juga tengah menggalakkan pemanfaatan biofuel atau etanol, yang menurut Todotua bisa diperoleh dari tebu, jagung, singkong, dan sorgum. Pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar E20 atau bioetanol pada 2028. Dalam rangka itu, sebuah pabrik etanol di Lampung akan segera dibangun, dengan kapasitas 240 ribu konsolidasi.




“Kenapa di Lampung? Karena di Lampung punya semuanya. Di Lampung itu punya semuanya sumber. Di sana penghasil singkong terbesar, jagung, ya kan?” tuturnya.

Selain itu, agenda hilirisasi juga mencakup sektor perikanan. Pemerintah berencana untuk mendorong industri galangan kapal guna memaksimalkan potensi ikan di perairan Indonesia. Dukungan pemerintah termasuk pemberian 1.500 kapal tangkap melalui program Kampung Nelayan.

“Kampung nelayan. Ini kan program-program kita untuk meng-upscale. Ya kan? Yang apa namanya terhadap potensi-potensi. Kita sudah harus melihat itu,” tegas Todotua.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com