ZONAUTARA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan Indonesia akan menghentikan impor bahan bakar minyak jenis solar pada tahun ini karena diterapkannya kebijakan mandatori biodiesel 50 persen (B50) mulai Juli 2026. “Besok Juli akan kita resmikan B50, itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar kita. Mulai tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar,” ungkap Bahlil di Jakarta, Kamis.
Total konsumsi solar di Indonesia saat ini mencapai 39 juta kiloliter dengan penerapan biodiesel 40 persen (B40) yang sudah diberlakukan oleh pemerintah. “Dari 39 juta kiloliter itu kemarin B40, itu 40 persen pakai FAME. FAME itu adalah dari CPO dengan metanol dicampur, jadilah FAME. Kemudian dicampur menjadi solar yang namanya B40,” jelasnya.
Bahlil mengharapkan implementasi kebijakan B50 dapat menjaga harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani dan mengurangi impor BBM. “Harga petani sawit lagi turun untuk menjamin market agar petani sawit kita harganya bagus, maka dilakukanlah hilirisasi terhadap konsumsi domestik,” kata dia.
Pemerintah memperkirakan mampu memenuhi kebutuhan domestik hingga 300 ribu barel per hari saat mandatori B50 mulai berjalan. “Jadi dengan B50 ini, konsumsi kita kan 50 persen dari solar itu kurang lebih sekitar 300 ribu barel per day yang bisa kita cover,” jelas Bahlil. “Jadi artinya impor solar, impor crude kita yang 1 juta barel per day itu tinggal sekitar 700 ribu barel per day, karena 300 ribu barelnya itu dikonversi dengan B50,” ujarnya menambahkan.
Uji teknis B50 untuk sektor otomotif telah dimulai sejak 2 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Juni 2026. Pemerintah juga masih melakukan uji teknis pada alat dan mesin pertanian (alsintan) serta alat pertambangan yang diharapkan rampung semester II 2026, termasuk sektor perkeretaapian dan pembangkit listrik.
Diolah dari laporan Antara.

