Pochettino Tanggapi Media AS Setelah Kekalahan Melawan Turki

Pelatih AS, Mauricio Pochettino, mengungkapkan kekecewaan terhadap media setelah kekalahan 3-2 dari Turki, menyoroti perbedaan budaya dalam interaksi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI

ZONAUTARA.com – Pelatih kepala tim nasional AS, Mauricio Pochettino, mengungkapkan kekecewaannya terhadap reaksi media setelah timnya mengalami kekalahan 3-2 dari Turki pada Kamis (30/6/2026) waktu setempat. Meskipun kekalahan tersebut tidak berdampak pada posisi mereka di Grup D, Pochettino merasa seharusnya timnya mendapatkan ucapan selamat atas keberhasilan mereka menyelesaikan grup sebagai juara.

Dalam konferensi pers tersebut, Pochettino menyatakan, “Saat ini, tidak ada yang mengucapkan selamat kepada kami karena berhasil finis pertama di grup yang sangat sulit.” Ia juga menambahkan, “Sangat menyedihkan bahwa Turki merayakan tiga poin, Australia merayakan kualifikasi, Paraguay merayakan kualifikasi, dan kami di sini tanpa ucapan selamat.”

Pochettino mengungkapkan rasa frustrasinya ketika merasakan suasana negatif di antara wartawan. Ia menganggap bahwa media seharusnya lebih menghargai pencapaian timnya. Meskipun AS kalah, mereka telah menunjukkan performa yang bagus di babak grup, termasuk penampilan mengesankan saat melawan Paraguay.

Dalam kesempatan itu, Pochettino juga menjawab berbagai pertanyaan yang dianggapnya terlalu jelas, seperti dampak kekalahan terhadap momentum tim dan keputusan untuk merotasi skuad. “Momentum adalah topik yang saya tidak mengerti,” ujarnya, mengekspresikan kebingungannya mengenai istilah tersebut.

Hubungannya dengan media AS biasanya berjalan baik, tetapi Pochettino pernah menunjukkan kebingungan atau frustrasi dalam menjawab pertanyaan wartawan. Ini mengarah pada perbedaan budaya dalam cara pelatih berinteraksi dengan media, terutama dibandingkan dengan di Amerika Selatan dan Tengah, di mana interaksi yang lebih akrab dan santai cenderung terjadi.




Contoh lain dari ketegangan tersebut terjadi setelah kemenangan mengejutkan AS 5-1 atas Uruguay tahun lalu, di mana Pochettino merespons negatif terhadap istilah “reguler” yang digunakan untuk menggambarkan pemain yang tidak tampil di pertandingan tersebut. Ia menekankan bahwa ia adalah pelatih AS, bukan pelatih tim lain.

Ketika seorang jurnalis berbahasa Spanyol mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut, Pochettino langsung menunjukkan perubahan sikap dan menjawab dengan hormat. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat mempengaruhi cara pelatih merespons pertanyaan, dan menyoroti kerumitan dalam hubungan antara pelatih dan media.

Sumber: The Guardian

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com