ZONAUTARA.com – Fenomena meteorologi dikenal sebagai heat dome tengah melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat, menyebabkan cuaca panas ekstrem di area tengah dan timur negara tersebut. Dampaknya dirasakan jutaan warga dengan suhu mencapai hingga 46 derajat Celsius, meskipun pengukuran sebenarnya mungkin lebih rendah. Kelembapan tinggi membuat suhu terasa lebih panas dari yang ditunjukkan termometer.
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) mengklasifikasikan situasi ini sebagai kondisi cuaca berbahaya, dengan puluhan rekor suhu harian yang diperkirakan akan terdampak. Lebih dari 60 juta penduduk kini berada di bawah peringatan cuaca panas ekstrem.
Mengutip ABC News (1/7/2026), heat dome terjadi ketika aliran jet bergeser ke utara, mengijinkan massa udara panas dari selatan bergerak ke wilayah utara. Ini membentuk area bertekanan tinggi yang mengunci udara panas, mencegahnya naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi, dan mengakumulasi panas di dekat permukaan bumi.
Efek heat dome memperburuk kondisi dengan suhu tinggi pada siang hari dan malam yang hangat, sehingga waktu untuk tubuh manusia menurunkan suhu inti menjadi terbatas dan meningkatkan risiko kesehatan. Bryan Putnam, ahli meteorologi dari NWS, mengingatkan panas tidak hanya berdampak pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, namun semua orang, terutama yang berada di luar ruangan.
Gelombang panas terparah diprediksi melanda area dari Great Lakes hingga Pantai Timur, termasuk kota-kota besar seperti New York City, Philadelphia, dan Washington. Dampaknya juga terasa di selatan seperti Dallas dan Memphis. Beberapa kota terdampak bahkan harus menyesuaikan jadwal kegiatan seperti Fan Festival di Philadelphia untuk menghindari paparan panas yang terlalu lama.
Diolah dari laporan Tirto.id.

