ZONAUTARA.com – Universitas Indonesia (UI) memberikan klarifikasi terhadap unggahan viral dari BEM Fakultas Psikologi yang membahas LGBT. UI menyatakan bahwa kajian tersebut bukan sikap resmi kampus. Unggahan di media sosial oleh BEM Psikologi UI ini mengutip kajian American Psychological Association tahun 2008 yang menyatakan tidak ada riset mendukung bahwa homoseksualitas merupakan gangguan mental.
Konten tersebut telah dihapus dari akun media sosial Instagram BEM Psikologi UI, meski tangkap layar unggahan telah tersebar luas dan menjadi viral. Menanggapi hal ini, UI menegaskan bahwa pendapat atau kajian organisasi kemahasiswaan tidak mewakili posisi resmi institusi.
“Kami memahami perhatian publik terhadap konten dari salah satu organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Psikologi UI. Penting bagi kami untuk menegaskan bahwa materi kajian ini tidak mempresentasikan posisi resmi Universitas Indonesia,” tulis UI dalam pernyataan resmi di akun Instagram.
UI menambahkan bahwa mereka sejalan dengan Pancasila, nilai kebangsaan, dan aturan di Indonesia. Kajian BEM Psikologi tersebut disampaikan secara akademik dan tidak bermaksud untuk kampanye penyebaran gaya hidup tertentu. “Rujukan akademik dari literatur keilmuan berbeda dari kampanye gaya hidup. Kami tidak menyelenggarakan, memfasilitasi, atau mendukung kampanye penyebaran gaya hidup apa pun,” lanjut UI.
Selain itu, UI menekankan bahwa kajian yang disampaikan BEM tersebut menekankan penolakan terhadap kekerasan dan persekusi terhadap warga kampus. UI menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan bebas kekerasan dan intimidasi, serta menjamin privasi warga kampusnya dengan memperkuat koordinasi atas komunikasi yang menggunakan identitas kelembagaan.
Diolah dari laporan Detik.

