ZONAUTARA.com – Uni Eropa (UE) kini menghadapi dilema ekonomi yang signifikan menjelang batas waktu untuk mengurangi defisit perdagangan dengan China, yang diperkirakan mencapai rekor sebelum Oktober tahun ini. Tantangan ini kian berat dengan adanya gelombang panas terburuk sepanjang sejarah yang menambah permintaan akan produk pendingin ruangan yang didominasi oleh pabrikan China.
Mengutip CNBC International pada Jumat (3/07/2026), Uni Eropa dan China telah mengeluarkan pernyataan bersama untuk menyeimbangkan arus dagang dan menyelesaikan sengketa terkait akses pasar, kontrol ekspor, serta hak kekayaan intelektual. Pernyataan ini diharapkan dapat memperbaiki hubungan perdagangan yang kian kompleks.
Meskipun demikian, negosiasi ini berlangsung di tengah keterbatasan, terutama karena peningkatan ekspor dari China ke UE sementara pangsa pasar UE di China menyusut. Kepala Perdagangan Eropa Maros Sefcovic menyatakan kekhawatirannya, “Ekspor China ke UE terus meningkat, sementara pangsa pasar kami di China terus menyusut. Tren ini tidak berkelanjutan.”
Ketergantungan UE pada produk China di sektor pendingin ruangan menjadi lebih jelas dengan data yang menunjukkan bahwa tiga dari lima merek AC terlaris di Eropa adalah buatan Midea Group, Haier Group, dan Gree Electric Appliances dari China. Sementara itu, tingkat kepemilikan AC di Eropa baru mencapai 20% dibandingkan dengan hampir 90% di Amerika Serikat.
Di tengah ketergantungan ini, Komisi Eropa mulai memperketat aturan perdagangan, termasuk membatasi dukungan untuk proyek tenaga surya yang menggunakan komponen asal China dan menghapus pembebasan pajak untuk kiriman bernilai rendah dari platform e-commerce seperti Temu dan Shein. Alicia García Herrero, kepala ekonom di bank investasi Prancis Natixis, mengkritik bahwa meskipun ada pernyataan bersama dari China, “China belum membuat komitmen nyata dalam menetapkan kuota impor aktual atau mekanisme implementasi yang nyata.”
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

