ZONAUTARA.com – Dalam semesta Jujutsu Kaisen yang diciptakan oleh Gege Akutami, hubungan ayah-anak sering kali digambarkan sebagai sesuatu yang rumit dan gelap. Salah satu kisah yang menonjol adalah hubungan antara Toji Fushiguro dan putranya, Megumi Fushiguro. Meski jarang berinteraksi langsung di layar, pengaruh Toji terhadap Megumi membentuk takdirnya sebagai penyihir kuat.
Hubungan ini bermula dari kebencian Toji pada sistem klan penyihir, terutama Klan Zenin. Lahir dengan Heavenly Restriction yang membuatnya tidak memiliki energi kutukan, Toji dikucilkan oleh keluarganya. Ia kemudian meninggalkan nama Zenin dan menggunakan nama istrinya, Fushiguro. Meski tampak tidak peduli, pemberian nama “Megumi” yang berarti “berkat”, menunjukkan bahwa Toji melihat putranya positif.
Toji, dikenal sebagai “Sorcerer Killer”, menjalani hidup yang berantakan, berjudi, dan setelah kematian istri, menelantarkan Megumi. Keretakan makin dalam saat Toji berniat menjual Megumi ke Klan Zenin untuk mewarisi teknik kutukan Ten Shadows dan mendapat posisinya.
Namun, rencana itu digagalkan Satoru Gojo. Sebelum kematiannya di tangan Gojo dalam Hidden Inventory Arc, Toji sempat meninggalkan pesan samar untuk menyelamatkan Megumi dari Zenin. Momen emosional lain terjadi di Shibuya Incident Arc ketika Toji ‘hidup kembali’ dan bertarung dengan Megumi.
Awalnya tidak menyadari identitas ayahnya, Megumi berhadapan dengan sosok tanpa kesadaran akan hubungan mereka, hingga Toji menyadari dan mengakhiri hidup untuk melindungi Megumi. Hubungan mereka mencerminkan warisan luka dan harapan yang membentuk masa depan seorang anak. Pengalaman Megumi berpengaruh besar dalam menumbuhkannya menjadi pribadi pragmatis di bawah bimbingan Gojo.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

