ZONAUTARA.com – Petani di Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sedang bereksperimen dengan metode tanam padi terbaru yang disebut metode paralon. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan tersebut. Sebelumnya, metode tanam yang lazim digunakan adalah tanam hambur, namun kini sebagian petani beralih menggunakan metode baru sebagai bagian dari program Kementerian Pertanian.
Abdul Rokhim, petani lokal, menjelaskan bahwa metode paralon melibatkan penggunaan alat khusus yang mempermudah proses penanaman. “Ini program dari Kementerian Pertanian, program baru, memakai drum seeder atau paralon. Jadi kelebihannya memang dari sisi perawatan lebih mudah, terus dilihat dari kerapiannya lebih rapi. Jadi yang jelas kalau dilihat dari sekarang saja, ini sudah kelihatannya produksi lebih tinggi lah,” ujar Rokhim saat ditemui di lahannya.
Metode baru ini dipercaya mampu memberikan pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dan rapi. Tanaman dinilai memiliki ruang tumbuh lebih baik dengan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang optimal, sehingga risiko penyakit berkurang. Tidak hanya Rokhim, petani lain seperti Angga Dwi Hardianto juga merasakan manfaat dari metode paralon ini. “Hasil untuk sementara lebih bagus dari tabela, kita kan biasa di sini menggunakan tabela hambur. Ini ada program dari kementerian, kita disuruh pakai program paralon,” ujar Angga.
Dengan metode paralon, benih direndam, kemudian dimasukkan ke alat berbentuk tabung yang memiliki roda dan lubang-lubang kecil. Alat ini ditarik mengikuti petakan sawah agar benih tersebar lebih merata dan berjarak teratur. Metode ini juga menghemat tenaga dan waktu, terutama karena program pemupukan dan penyemprotan kini dibantu dengan teknologi drone.
Produktivitas padi di Merauke sebelumnya berkisar antara 4,5 hingga 5,5 ton per hektare. Namun, dengan metode paralon ini, para petani optimis dapat meningkatkan hasil panen hingga 10 ton per hektare. “Optimis, iya,” kata Angga, menegaskan keyakinannya terhadap keberhasilan metode baru ini.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

