ZONAUTARA.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar Bootcamp Santripreneur Kompetisi Klaster Fesyen 2026. Program ini bertujuan mencetak santri yang berdaya saing dan mandiri secara ekonomi melalui penguatan keterampilan bisnis dan pengembangan usaha fesyen. Sebanyak 50 peserta terpilih mengikuti bootcamp setelah melalui seleksi dari 927 pendaftar di berbagai daerah.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyatakan bahwa Santripreneur merupakan program pendayagunaan Baznas untuk mengembangkan potensi santri agar memberi dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi. “Santripreneur ini memang kami adakan untuk membangun santri yang tidak hanya memiliki spirit dan jiwa usaha, tetapi kami ingin menciptakan santri-santri pengusaha,” ujar Idy Muzayyad.
Klaster fesyen dipilih atas pertimbangan prospek besar dan kebutuhan pasar yang meningkat. Baznas ingin mendorong pertumbuhan industri fesyen yang digerakkan oleh santri. Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional Baznas RI, Agus Siswanto, memaparkan bahwa program ini disambut antusias oleh masyarakat dengan 927 pendaftar. “Tujuan kita adalah mengubah santri dari mustahik menjadi muzaki sehingga zakat lebih bermakna dan berdayaguna,” ujarnya.
Program ini disambut baik oleh para peserta, salah satunya Arifin, santri asal Rembang yang membawa usaha fesyen bernama Rembang Klod. Arifin merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Baznas atas program ini yang sesuai untuk pengembangan usahanya. “Program ini akan sangat bermanfaat bagi kami, terutama santri yang masih membutuhkan pengetahuan kewirausahaan di bidang fesyen,” tutur Arifin.
Selama lima hari, peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai strategi digitalisasi, manajemen pemasaran, dan materi untuk pengembangan usaha. Baznas juga akan memilih tiga peserta terbaik untuk menerima modal usaha, pembinaan, dan pendampingan guna menjalankan bisnis fesyen mereka.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

