ZONAUTARA.com – Kritik dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terhadap keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Pemerintah hanya mengutus Duta Besar RI Rolliansyah Soemirat ke Teheran untuk menghadiri acara yang berlangsung pada 4 Juli 2026 tersebut.
Dino Patti Djalal menyoroti absennya pejabat tingkat menteri dan mempertanyakan apakah keputusan ini mencerminkan perubahan dalam konsistensi politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Kritik ini muncul karena sejumlah negara lain, seperti Rusia, Pakistan, dan Irak, mengirimkan utusan tingkat tinggi ke acara tersebut, yang dinilai memiliki bobot politik dan simbolis cukup signifikan.
Melalui unggahan pada akun Instagramnya tanggal 3 Juli 2026, Dino juga menyebut bahwa Iran telah melakukan berbagai upaya untuk mengundang Pemerintah Indonesia, namun tampak tidak ada respons yang berarti. “Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri – tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran – yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini,” tulis Dino.
Meskipun Duta Besar RI tetap merupakan perwakilan resmi pemerintah, Dino menilai bahwa hal tersebut tidak mencerminkan perhatian yang sama dengan negara lainnya, yang mengirim utusan di tingkat menteri atau kepala negara. Dino mempertanyakan apakah keputusan ini terkait dengan dinamika hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat, mengingat prinsip bebas aktif yang dianut oleh Indonesia.
Pemerintah Indonesia dikenal dengan politik luar negeri bebas aktif yang mengutamakan diplomasi tanpa memihak blok kekuatan tertentu. Namun, kritik ini menggiring perdebatan tentang apakah terjadi perubahan orientasi dalam kebijakan tersebut.
Diolah dari laporan Tirto.id.

