Pesanan Sepeda Motor ke Jawa Timur Kejutkan Pabrik Eropa

Pesanan sepeda motor ke Jawa Timur pada 1893 mengejutkan pabrik Eropa. Seorang buruh di Probolinggo menjadi pemilik motor pertama di Indonesia.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Pesanan sepeda motor dari Jawa Timur mengejutkan pabrik di Eropa, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia. Pesanan ini datang dari seorang buruh pabrik asal Inggris bernama John Charles Matthew Potter, yang bekerja di Probolinggo, Jawa Timur. Potter menjadi pemilik sepeda motor pertama di Indonesia pada tahun 1893.

Potter, yang awalnya berprofesi sebagai masinis di pabrik gula, kemudian beralih menjadi teknisi mesin pabrik gula. Pekerjaannya yang giat dan terampil membuat banyak pabrik gula mengalami modernisasi. Dengan penghasilannya, Potter membeli sepeda motor dari Hildebrand und Wolfmuller, Jerman, seharga 1.000 gulden atau setara US$500.

Sepeda motor yang dibeli Potter memiliki kapasitas mesin 1.500 cc dan mampu mencapai kecepatan hingga 45 km/jam. Pesanan ini mengejutkan pabrikan Hildebrand und Wolfmuller karena merupakan pesanan pertama dari luar Eropa, terlebih dari Jawa Timur yang dianggap sebagai lokasi pengiriman yang tidak dikenal sebelumnya.

Kendaraan itu kemudian mencatat sejarah sebagai sepeda motor pertama di Indonesia selain kereta api. “Tuan Potter, penasihat teknis dari Firma Noll, adalah orang pertama yang memperkenalkan teknologi sepeda motor dan mobil,” demikian tertulis dalam De locomotief (12 Juli 1901).

Kendaraan milik Potter menarik perhatian, termasuk orang terkaya di Jawa, Pakubuwana X, yang tertarik memiliki barang serupa. Namun, ia akhirnya membeli mobil pertama di Indonesia. Berkat usaha Potter juga, kini mobil dan motor telah menjadi simbol kekayaan menggantikan kereta kuda.




Potter membantu kedatangan berbagai kendaraan dari Eropa ke Indonesia, yang kemudian menggantikan transportasi bertenaga hewan. Hingga tahun 1928, tercatat sudah ada 40.154 mobil dan 10.505 motor di Tanah Air, menurut J. Stroomberg dalam Hindia Belanda 1930.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com