Kontroversi Intervensi Trump Tidak Akan Goyahkan Infantino

Kontroversi pembatalan skorsing kartu merah Balogun oleh FIFA tidak mengganggu posisi Infantino.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Gianni Infantino, Presiden FIFA, menghadapi kritik dari Eropa terkait keputusan pembatalan skorsing kartu merah Folarin Balogun saat Piala Dunia, tetapi tampaknya tidak akan mengganggu posisinya. FIFA baru-baru ini memutuskan untuk membatalkan skorsing Balogun menjelang pertandingan babak 16 besar Amerika Serikat melawan Belgia, meskipun peraturan Piala Dunia melarang banding terhadap kartu merah.

Langkah ini menuai kecaman dan menimbulkan kekhawatiran terkait adanya campur tangan politik dalam sepak bola. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa ia meminta peninjauan ulang, tetapi menepis anggapan telah meminta Infantino untuk membatalkan skorsing. “Saya yang meminta mereka melakukannya,” ujar Trump ketika ditanya apakah dia menelepon Infantino.

Di Amerika Serikat, perdebatan berfokus pada ketidakadilan Balogun yang tidak seharusnya absen dalam pertandingan berikutnya setelah diusir saat melawan Bosnia-Herzegovina. Trump dan kalangan lainnya menilai sanksi yang dikenakan sudah cukup.

Infantino menolak tuduhan campur tangan politik dan menegaskan bahwa keputusan diambil oleh komite disiplin yang independen. Namun, pandangan publik melihat sebaliknya, apalagi mengingat hubungan dekat Trump dan Infantino. Situasi ini membuat banyak pihak mempertanyakan integritas keputusan tersebut, terutama karena keuntungan yang diterima negara tuan rumah bersama.

FIFA secara tegas melarang campur tangan politik dalam sepak bola. Beberapa negara kerap ditangguhkan partisipasinya dalam ajang internasional akibat keterlibatan pemerintah dalam asosiasi sepak bola mereka. Kasus Pakistan yang ditangguhkan tiga kali dalam delapan tahun menjadi contoh.




Meskipun demikian, kerjasama Infantino dan Trump tampaknya tidak mengalami perlakuan serupa. Dalam undian Piala Dunia, Trump menerima Penghargaan Perdamaian FIFA yang baru pertama kali diberikan. Hal ini mengundang kritik dari organisasi kampanye hak asasi manusia FairSquare terhadap dugaan pelanggaran netralitas politik Infantino.

Surat keberatan yang dikirimkan kepada komite etika FIFA belum mendapatkan tanggapan, dan pada bulan lalu 50 anggota parlemen Eropa menulis surat lain menuntut tindakan.

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com