ZONAUTARA.com – Tim sepak bola Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kekalahan 2-3 dari Belgia, yang dipicu oleh kontroversi seputar keputusan kartu merah Folarin Balogun. Kejadian ini berlangsung pada Jumat dini hari WIB di stadion yang penuh sesak.
Keputusan tersebut memicu kemarahan di kalangan penggemar dan analis, terutama setelah intervensi mantan Presiden AS, Donald Trump, yang menarik perhatian publik terhadap situasi Balogun. Banyak yang merasa kasihan pada Balogun, mengingat ia tidak pernah meminta perhatian politik yang datang dari Trump.
Kontroversi ini semakin diperparah oleh komentar dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang memberikan penjelasan yang dianggap tidak memadai terkait keputusan tersebut. Banyak pengamat sepak bola mulai mempertanyakan integritas FIFA dan menyoroti bahwa keputusan seharusnya berdasarkan pada bukti dan aturan, bukan tekanan politik.
Sepp Blatter, mantan Presiden FIFA yang kontroversial, juga mengomentari situasi ini dengan menegaskan bahwa keputusan penalti tidak bisa dibatalkan oleh intervensi politik. Pernyataan ini semakin menambah ketegangan di antara para penggemar yang merasa bahwa sepak bola harus bebas dari pengaruh luar yang tidak semestinya.
Di tengah situasi ini, perhatian kini beralih kepada perkembangan transfer pemain, dengan Newcastle dilaporkan hampir menyelesaikan kesepakatan untuk mendatangkan Sean Steur dari Ajax seharga sekitar £23 juta. Steur, yang baru berusia 18 tahun, dianggap sebagai talenta muda yang menjanjikan dan diharapkan dapat bersaing di papan atas Liga Premier.
Kemarin, dalam pertandingan antara Meksiko dan Inggris, suasana di stadion Azteca sangat mendebarkan, dengan para penggemar Meksiko menunjukkan dukungan penuh untuk tim mereka. Meskipun terjadi ketegangan, interaksi antara penggemar Meksiko dan Inggris tetap menunjukkan sikap saling menghormati dan ramah.
Sumber: The Guardian

