ZONAUTARA.com – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) berencana mengirim surat kepada Presiden Fifa, Gianni Infantino, untuk menarik dukungan terhadapnya. Langkah ini diambil menyusul keributan seputar rencana Infantino yang dibatalkan untuk menjual saham di kompetisi Fifa kepada investor swasta.
Langkah ini diambil pasca ancaman dari Uefa yang mempertimbangkan tindakan hukum terkait proposal yang diajukan Infantino. Asosiasi Sepak Bola Wales secara terbuka juga telah menarik dukungannya terhadap pencalonan Infantino untuk melanjutkan masa kepemimpinannya sebagai Presiden Fifa.
Kepemimpinan Infantino telah dipertanyakan oleh sejumlah badan pengawas sepak bola di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia. Uefa dan Concacaf sudah merilis pernyataan yang mengkritik rencana tersebut.
Fifa dan Infantino memiliki rencana untuk membentuk anak perusahaan komersial yang akan mengelola acara-acara utamanya, termasuk Piala Dunia. Investor eksternal diizinkan membeli saham perusahaan baru ini yang akan dinamai Fifa Forward Enterprise (FFE).
Menurut laporan dari The Telegraph, dalam surat kepada Infantino, Uefa menyatakan ‘aktif mempertimbangkan tindakan hukum, arbitrase, dan/atau pengaduan regulasi terkait dengan rencana FFE yang diusulkan oleh Fifa.’ Mereka meminta langkah-langkah segera untuk mengidentifikasi, menemukan, dan melestarikan semua dokumen serta informasi elektronik yang terkait dengan rencana tersebut.
“Kewajiban ini muncul secara independen dari setiap kebijakan retensi internal yang Anda atau organisasi Anda pertahankan, dan mengesampingkan kebijakan penghancuran atau penghapusan dokumen rutin yang akan berlaku,” tulis Uefa dalam suratnya.
Fifa belum memberikan komentar resmi mengenai hal ini.
Sebagai respons atas tekanan yang semakin meningkat, beberapa negara termasuk Qatar, Lebanon, Kuwait, dan Sri Lanka memberikan dukungan kepada Infantino agar tetap memimpin Fifa. Jika dapat bertahan hingga Maret mendatang, Infantino dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dan terakhir sebagai presiden, membutuhkan 106 suara dari 211 anggota Fifa untuk menang.
Konflik ini dapat memicu pertemuan darurat Dewan Fifa untuk memaksa Infantino mundur, yang akan diadakan jika 19 dari 37 anggota dewan meminta pertemuan.
Diolah dari laporan BBC News.

