Seleksi CPNS 2026 Menjadi Prioritas Pemerintah

Seleksi CPNS 2026 dibutuhkan menyusul pemecatan banyak ASN akibat disiplin.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Pemerintah menyiapkan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) pada 2026, termasuk pengadaan CPNS, sebagai respons atas banyaknya ASN yang dipecat. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menekankan bahwa kebutuhan ini menjadi penting seiring dengan kasus pemecatan sejumlah ASN akibat pelanggaran disiplin, terutama dalam formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Zudan mengungkapkan, walaupun belum menyatakan jumlah ASN yang terkena pemecatan dan korelasi langsung terhadap kebutuhan baru, proses seleksi perlu dilakukan segera. “Jadi untuk kebutuhan tahun depan itu tesnya harus sekarang karena ada masa calon pegawai, ada orientasi, ada persiapan,” ujarnya saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komite I DPD.

Ia juga menyebutkan kebutuhan akan formasi ASN dalam jabatan-jabatan strategis seperti guru dan dosen, yang memerlukan posisi permanen dibandingkan pekerjaan berbasis kontrak. “Dan untuk jabatan-jabatan seperti guru dosen itu memang perlu jabatan yang jangka panjang, jadi tidak bersifat kontraktual,” jelas Zudan.

Mengenai isu pemecatan ASN dalam formasi PPPK, Zudan menyatakan Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN) telah memutuskan langkah tersebut setelah banyak ditemukan kasus bolos kerja. “PPPK juga harus ngerti, harus rajin kerja karena setiap bulan selalu ada pemberhentian PPPK yang dipecat karena tidak masuk kantor,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses rekrutmen afirmasi PPPK 2024-2025 sebenarnya tidak didasarkan pada kebutuhan mendesak, hanya mempertimbangkan mereka yang memenuhi persyaratan untuk diangkat. “Kenapa memenuhi persyaratan, karena ada yang tidak punya ijazah, sehingga gagal diangkat,” kata Zudan. Dalam situasi ekonomi saat ini, pemerintah berupaya mencegah PHK massal dan mengusulkan perpanjangan kontrak bagi PPPK dengan peningkatan kualitas kerja.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com