Pengadilan Tinggi Tolak Gugatan Privasi Pangeran Harry terhadap Daily Mail

Pengadilan Tinggi Inggris menolak gugatan privasi Pangeran Harry terhadap penerbit Daily Mail, dengan keputusan hakim klaim tidak terbukti cukup kuat.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Pangeran Harry dan enam orang lainnya kalah dalam gugatan privasi di Pengadilan Tinggi Inggris terhadap penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday. Hakim Mr Justice Nicklin menyatakan bahwa para penggugat gagal membuktikan tuduhan pengumpulan informasi yang tidak sah.

Pangeran Harry mengajukan gugatan ini bersama sejumlah tokoh terkenal melawan Associated Newspapers. Mereka menuduh bahwa kelompok media tersebut menggunakan metode tidak sah untuk mendapatkan informasi bagi artikel mereka, tuduhan yang dibantah tegas oleh Associated Newspapers.

Seorang juru bicara penerbit menggambarkan putusan itu sebagai “kemenangan besar bagi Daily Mail dan para jurnalisnya”. Pangeran Harry tidak memberi tanggapan atas pertanyaan dari BBC saat meninggalkan acara Invictus Games di London.

Dalam ringkasan keputusannya, Mr Justice Nicklin menyimpulkan bahwa tuduhan tersebut serius dan memerlukan bukti yang lebih meyakinkan sebelum dapat dibuktikan. Ia menambahkan bahwa para penggugat tidak dapat mengandalkan “kecurigaan, meskipun dapat dipahami” dan harus membuktikan bahwa informasi tersebut diperoleh secara tidak sah.

Mr Justice Nicklin tidak membuat keputusan mengenai apakah pengumpulan informasi tidak sah telah menjadi “luas dan biasa” di Associated Newspapers. Sebaliknya, ia menilai setiap klaim individu berdasarkan bahan buktinya.




Pada pemeriksaan rinci dalam putusan setebal 436 halaman, Mr Justice Nicklin mengkaji setiap dugaan pelanggaran privasi, sering kali mencatat adanya kecurigaan mengenai bagaimana informasi diperoleh jurnalis, namun menekankan bahwa kecurigaan semata tidak bisa dianggap sebagai bukti.

Selain itu, para penggugat juga gagal membuktikan bahwa tiga eksekutif senior Associated Newspapers—mantan editor Paul Dacre dan Peter Wright, serta Elizabeth Hartley, pengacara senior penerbit saat ini—berbohong dalam persidangan Leveson di mana mereka menyatakan tidak ada aktivitas ilegal di Daily Mail dan Mail on Sunday.

Selama persidangan, puluhan orang memberikan kesaksian, termasuk Pangeran Harry dan penggugat lainnya, serta banyak jurnalis dan eksekutif dari Associated Newspapers yang membantah aktivitas ilegal.

Penggugat lain dalam kasus ini mencakup aktor Elizabeth Hurley, Sadie Frost, penyanyi Sir Elton John dan suaminya David Furnish, mantan menteri Liberal Demokrat Sir Simon Hughes, serta Baroness Doreen Lawrence, ibu dari Stephen Lawrence yang terbunuh pada tahun 1993.

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com