ZONAUTARA.com – Sebuah keluarga mengungkapkan rasa kehilangan yang tak terbayangkan setelah seorang ibu dan dua anaknya ditemukan meninggal di rumah mereka. Jenazah Nothabo Zandile Tshuma, 42 tahun, dan dua putrinya, Natalie yang berumur 15 tahun dan Nala yang berumur 5 tahun, ditemukan ketika polisi memaksa masuk ke sebuah rumah di dekat Bedford pada hari Senin setelah mendapatkan laporan bahwa mereka belum terlihat selama beberapa hari.
Pada hari Kamis, keluarga tersebut merilis pernyataan duka, “Dalam masa kehilangan yang tak terbayangkan ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua orang yang telah memberikan doa, pesan penghiburan, dan dukungan.”
Polisi Bedfordshire tengah mencari Ndodana Mkhanyisi Tshuma, 45 tahun, yang juga dikenal sebagai Mark, yang meninggalkan negara tersebut melalui Bandara Heathrow dengan paspor Inggris pada hari Sabtu. Dalam pernyataan keluarga yang dikeluarkan oleh polisi, ditambahkan, “Kebaikan dan belas kasih Anda telah memberikan kekuatan besar kepada keluarga kami. Karena keadaan seputar meninggalnya mereka masih menjadi subjek investigasi resmi, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut pada tahap ini. Kami juga menunggu panduan dari otoritas terkait sebelum mengonfirmasi pengaturan pemakaman dan peringatan.”
Pihak keluarga menyatakan bahwa pembaruan resmi akan disampaikan segera setelah informasi lebih lanjut tersedia. Kehadiran polisi yang besar terlihat di rumah keluarga di Great Denham, setelah penemuan Nothabo dan putri-putrinya tersebut. Polisi Bedfordshire mendesak Tshuma untuk menyerahkan diri dan bekerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk menemukannya.
Detektif Inspektur Lee Martin mengatakan pada hari Rabu: “Kami mengetahui bahwa Mark Tshuma meninggalkan negara ini pada hari Sabtu dan sekarang diyakini berada di Zimbabwe. Kami sedang bekerja dengan cepat untuk menemukannya dan meminta agar dia menyerahkan diri.” Dia langsung menyampaikan kepada tersangka, “Mark, telah terjadi kerusakan yang tak terbayangkan pada orang-orang di sekitar Anda dan ini telah membuat kerabat dan teman-teman Anda sangat terpukul. Penyelidikan kriminal tidak mengenal batas.”
Diolah dari laporan BBC News.

