ZONAUTARA.com – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Serangan tersebut adalah tanggapan atas operasi militer yang dilakukan Washington terhadap pelabuhan dan pulau-pulau Iran di Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang Armada Kelima AS di Bahrain, pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan udara Azraq di Yordania menggunakan drone dan rudal jarak jauh. IRGC menyebut pihaknya menargetkan 21 fasilitas militer AS dan menghancurkan empat di antaranya, termasuk hanggar jet tempur F-35 di Yordania.
Meski demikian, otoritas Bahrain, Kuwait, dan Yordania menyatakan bahwa seluruh serangan berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Konflik ini semakin memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam bahwa Iran akan ‘membayar harganya’ atas serangan tersebut. Trump menuduh Iran memperlambat proses negosiasi damai yang sedang berlangsung.
Situasi di kawasan terus menjadi perhatian internasional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berkomunikasi dengan Presiden Trump untuk membahas eskalasi ini, sementara Palestina menyatakan mengutuk serangan Iran tersebut.
Di dalam Iran, wilayah militer di Konarak juga mengalami serangan, membuat ketegangan semakin meningkat di wilayah tersebut. Sejalan dengan hal itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) kembali menegaskan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, membantah klaim Iran yang menyebut mereka menguasai jalur tersebut.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

