Menteri Agama: Pesantren dan Madrasah Harus Aman untuk Anak

Nasaruddin Umar tekankan pentingnya keamanan di pesantren, ajak semua pihak ciptakan lingkungan bebas kekerasan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya komitmen Kementerian Agama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak melalui peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak di Pesantren dan Madrasah. Acara tersebut berlangsung di Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Minggu (12/7/2026).

“Yang kita lakukan ini adalah suatu ikhtiar besar, yakni memastikan setiap anak Indonesia yang menuntut ilmu di pesantren, di madrasah atau di lembaga pendidikan mana pun berada, sekaligus berada di ruang yang aman, nyaman, dan memuliakan,” ujar Nasaruddin Umar.

Menurut Nasaruddin, perlindungan anak adalah bagian dari nilai ajaran agama dan tradisi pendidikan Islam yang sudah lama berkembang di pesantren dan madrasah. Pesantren dan madrasah telah menghasilkan banyak ulama, pejuang kemerdekaan, serta pemimpin di berbagai bidang, sehingga keberadaannya harus terus dijaga.

Justru karena kita mencintai dan memuliakan pesantren dan madrasah, kita berkewajiban merawatnya. Salah satu perbaikan yang tidak bisa lagi kita tunda adalah memastikan tidak ada satu pun anak yang mengalami kekerasan di tempat belajar dan mengenal Tuhan.

Menanggapi kasus kekerasan yang kerap terjadi di lembaga pendidikan keagamaan, Nasaruddin menekankan bahwa kekerasan tidak hanya terjadi di pesantren atau madrasah, tetapi juga di berbagai institusi pendidikan lainnya. Ia mengajak semua pihak melihat ini sebagai tantangan bersama. “Saya berpendapat kita jangan menonjolkan istilah kekerasan di pondok pesantren atau madrasah, karena kekerasan muncul di mana-mana,” katanya.

Gerakan Nasional tersebut didukung oleh beberapa pilar, seperti penguatan regulasi, tata kelola, pencegahan melalui budaya anti-kekerasan, serta kerjasama lintas sektor. Kementerian Agama juga mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta yang diterapkan di madrasah dan pesantren untuk memperbaiki hubungan guru dan murid. Selain itu, ada mekanisme pengaduan yang mudah diakses bagi korban kekerasan, menjamin penanganan cepat dan berpihak kepada anak.




Kementerian juga akan memperketat tata kelola pesantren agar lebih jelas dalam definisi dan persyaratan pendirian untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang mengatasnamakan lembaga pendidikan keagamaan. Nasaruddin mengajak semua pihak, termasuk pengasuh pesantren dan orang tua, untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan penuh kasih sayang.

Diolah dari laporan Antara.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com