ZONAUTARA.com – Seorang siswa berinisial R (17) membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, diduga merupakan korban perundungan dari teman-temannya. Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa bullying adalah kejahatan yang perlu diberantas secara menyeluruh. “Saya kan dari dulu sikap saya jelas, bullying itu adalah salah satu kejahatan yang harus dieliminir oleh seluruh komponen,” tegas Pigai di DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Pigai menggarisbawahi perlunya kerja keras semua pihak, termasuk masyarakat, dalam mengatasi perundungan. Ia menyatakan pentingnya keberanian untuk menegur tindakan perundungan yang terjadi. Pigai juga menyoroti peran pemerintah dan pihak swasta dalam memberantas bullying. “Jadi saya pikir kalau untuk menyelesaikan bullying itu harus menjadi perhatian semua baik itu pemerintah, pihak swasta maupun juga masyarakat,” katanya.
Pigai menyatakan keprihatinannya terhadap bullying di media sosial yang sulit diberantas, meskipun ada lima lembaga pemerintah yang berwenang memantau hal tersebut. Ia menyebut, “Hal-hal yang sifatnya menyerang atau kekerasan verbal atau kekerasan tulis tertulis melalui media sosial, bisa dihentikan by sistem.”
Pengalaman pribadi Pigai juga menjadi sorotan. Ia mengungkapkan dirinya pernah menjadi korban bullying rasis dan mempertanyakan mengapa tindakan tersebut tidak dihentikan oleh polisi. “Saya saja korban rasis, apalagi rakyat?” tanya Pigai retoris.
Pigai mendorong elemen pemerintah untuk melakukan evaluasi terkait perundungan, sembari mengajak pihak swasta dan masyarakat untuk beretika dalam bermedia sosial. “Kita evaluasi diri juga kami pemerintah ini. Tapi juga kelompok yang pihak swasta yang berperan atau memegang peran di dalam pengaturan sistem informasi teknologi juga harus tahu diri,” ujarnya.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

