ZONAUTARA.com – Thomas Tuchel, pelatih tim nasional Inggris, bersiap memimpin timnya dalam semifinal Piala Dunia melawan Argentina pada Rabu (15/7/2026) waktu WIB. Dalam persiapan menjelang pertandingan ini, Tuchel mengingatkan bahwa tidak perlu menjadi pemain hebat untuk menjadi pelatih yang baik, mengutip pernyataan terkenal Arrigo Sacchi dari tahun 1987.
Tuchel, yang karir bermainnya terhenti akibat cedera lutut di usia 24 tahun, pernah bermain di Bundesliga 2 dan klub semi-profesional. Ia mengakui bahwa kariernya tidak istimewa. Pernyataan ini muncul setelah Jude Bellingham mengkritik Tuchel setelah kemenangan Inggris 2-1 atas Norwegia di perempat final, di mana Bellingham menjadi bintang dengan mencetak gol pada waktu tambahan.
Bellingham menilai Tuchel tidak memahami kesulitan bermain dalam kondisi panas melawan pemain berkualitas seperti Erling Haaland. Kritikan ini menjadi sorotan dan memicu pembicaraan di kalangan tim Inggris, di mana Tuchel ingin menekankan bahwa ia menghargai banyak hal yang dilakukan pemainnya, meski juga perlu menyoroti kekurangan untuk menjaga motivasi tim.
Menjelang pertandingan melawan Argentina, salah satu laga terbesar dalam sejarah Inggris, Tuchel berusaha memberi dukungan kepada pemainnya dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Ia mengingat momen saat berdiri di samping pemain saat lagu kebangsaan dinyanyikan, merasakan momen yang berbeda saat tidak berpartisipasi sebagai pemain.
Tuchel menjelaskan bahwa untuk bisa tampil di level ini, dibutuhkan karakter yang khusus. Ia memuji pemain yang mampu berjuang di momen-momen penting, mengingat tingginya tekanan yang ada dalam pertandingan semifinal Piala Dunia. Inggris hanya pernah mencapai semifinal Piala Dunia tiga kali, dengan satu kemenangan pada tahun 1966.
Tuchel menekankan pentingnya fokus pada apa yang harus dilakukan pemain, bukan hanya pada hasil akhir. Ia juga dihadapkan pada pertanyaan mengenai Lionel Messi, ikon Argentina, yang akan menghadapi Inggris untuk pertama kalinya. Tuchel menyebut Messi sebagai salah satu pemain terhebat, meskipun ia tidak ingin terjebak dalam hype yang mengelilinginya.
Argentina, meski sebagai juara bertahan, menunjukkan kerentanan di turnamen ini dan belum sepenuhnya menguasai pertandingan, yang dapat dimanfaatkan Inggris. Tuchel yakin timnya dapat menemukan cara untuk mengatasi Messi dan Argentina, meskipun Inggris belum menunjukkan performa terbaiknya sebagai satu kesatuan.
Tim Inggris memasuki stadion dengan optimisme, menciptakan banyak peluang meski terkadang tertinggal. Tuchel merasakan antusiasme yang meningkat menjelang pertandingan, merasakan hidup setiap detik sebagai pelatih sebelum pertandingan dimulai. Dia berharap bisa merasakan momen tersebut lagi dalam persiapan menuju pertandingan ini, yang akan menjadi tantangan besar bagi timnya.
Sumber: The Guardian

