Kegembiraan Argentina Setelah Kemenangan Melawan Inggris di Semifinal

Argentina merayakan kemenangan semifinal Piala Dunia dengan euforia luar biasa. Suasana di Buenos Aires dipenuhi semangat dan kebahagiaan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Kegembiraan Argentina Setelah Kemenangan Melawan Inggris di Semifinal

ZONAUTARA.com – Setelah kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia, suasana di Buenos Aires sangat meriah. Pada Kamis (16/7/2026) waktu setempat, warga Argentina merayakan keberhasilan tim nasional mereka dengan penuh semangat, menunjukkan dukungan yang luar biasa terhadap pemain seperti Jude Bellingham yang diakui oleh banyak orang.

Di dalam kereta metro yang kembali dari zona penggemar, tidak ada tanda-tanda kesombongan dari para penggemar, hanya anak-anak ceria yang mengenakan kaos Lionel Messi menyanyikan lagu “Vamos, vamos, Argentina” sambil merasakan euforia nasional. Menjadi penonton Inggris di tengah lautan warna biru langit dan putih adalah pengalaman yang langka dan berharga.

Suasana meriah terlihat di seluruh kota, dengan pengemudi kereta yang membunyikan klakson dengan bangga di setiap platform bawah tanah, serta orang-orang yang menari di jalanan dan nenek-nenek yang melambaikan bendera dari balkon tinggi. Perayaan ini terasa lebih hidup dibandingkan dengan pertandingan kriket Piala Dunia antara India dan Pakistan.

Seorang teman Argentina mengingatkan untuk mengaku sebagai orang Skotlandia jika Inggris menang, tetapi itu tidak perlu karena Argentina berhasil meraih kemenangan. Namun, saat Anthony Gordon mencetak gol pertama untuk Inggris, suasana di Buenos Aires seolah terhenti sejenak, mengingat kembali momen legendaris Diego Maradona dengan ‘Tangan Tuhan’.

Setelah kemenangan, suasana di kota ini sangat meriah. Mobil dan truk dihiasi bendera nasional, serta wajah Messi dapat ditemukan di setiap papan iklan. Argentina memiliki kecintaan yang mendalam terhadap sepak bola, yang membuat negara ini berada di liga obsesi tersendiri, meskipun negara lain seperti Meksiko dan Brasil mungkin berpendapat sebaliknya.




Atmosfer selama final mendatang diharapkan sangat menggila. Empat tahun lalu, setelah Argentina memenangkan Piala Dunia, sekitar empat juta orang turun ke jalan di ibu kota, sehingga parade bus terbuka yang direncanakan dibatalkan dan para pemain terbang di atas kota dengan helikopter. Ketika ditanya berapa lama perayaan berlangsung, seorang penduduk setempat menjawab, “Mereka masih berlangsung.”

Kemenangan atas Inggris selalu menambah semangat tersendiri. Dalam perjalanan dari bandara ke kota, sopir taksi kami yang mengenakan jaket parka membuat isyarat ‘Tangan Tuhan’ kepada kami begitu mengetahui kebangsaan kami. Meskipun ia mengenakan tarif yang sangat tinggi karena meteran taksinya tidak berfungsi, ia tetap berteriak “Campeones, Argentina” saat pergi.

Beberapa orang tetap berusaha untuk menolak perbandingan yang tidak pantas antara pertandingan sepak bola dan krisis Falkland 1982. Veteran perang Argentina mengeluarkan pernyataan sebelum pertandingan, meminta agar politisi tidak menggunakan semifinal sebagai platform untuk mendorong kedaulatan atas pulau-pulau di Atlantik Selatan dan meminta para penggemar untuk menghormati ingatan tentara Argentina yang tewas dalam konflik tersebut. Namun, lagu “El Que No Salta Es Un Inglés” tetap menjadi lagu pilihan lokal.

Baru-baru ini, kematian Bonnie Tyler juga menjadi berita di sini karena lagu hitnya “It’s a Heartache” menjadi lagu untuk lagu teras populer lainnya. Kini, semua harapan tertuju pada Messi dan kawan-kawan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Argentina memiliki populasi sekitar 46 juta, dengan area metropolitan Buenos Aires dihuni sekitar 16 juta orang. Jika Spanyol kalah, pemandangan di Monumen Obelisk ibu kota, tempat para penggemar merayakan kemenangan besar, akan sangat luar biasa.

Sumber: The Guardian

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com