ZONAUTARA.com – Klaim bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke dalam bensin dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat kini menarik perhatian di media sosial. Berbagai unggahan menyatakan campuran ini mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.
Isu ini dikaitkan dengan sejumlah penelitian di perguruan tinggi mengenai minyak kayu putih sebagai bioaditif pada bensin. Klaim tersebut memicu beragam respons dan pertanyaan publik terkait kebenarannya.
Minyak kayu putih tergolong minyak atsiri, mengandung senyawa 1,8-cineole (eucalyptol), yang dalam beberapa penelitian dinilai dapat membantu proses pembakaran lebih sempurna. Penelitian dari Universitas Merdeka Malang dan Universitas Negeri Surabaya menunjukkan penurunan konsumsi bahan bakar dan peningkatan performa mesin dengan paduan sekitar 8% minyak kayu putih.
Nampaknya, campuran yang lebih tinggi, seperti 9%, tidak memberikan hasil lebih baik, menunjukkan pentingnya komposisi optimum. Namun, para ahli menegaskan bahwa penelitian ini didasarkan pada uji laboratorium singkat sehingga belum membuktikan keamanan jangka panjang.
Menurut Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri dari ITB, minyak kayu putih dapat meningkatkan performa mesin, tetapi penggunaannya berkelanjutan dapat mengurangi kemampuan pelumasan bahan bakar. Selain itu, Muhamad Fuad dari LEMIGAS menyebutkan bahwa stabilitas, kompatibilitas, dan dampak terhadap keawetan mesin dari minyak kayu putih masih perlu diteliti lebih lanjut.
Diolah dari laporan Antara – Ekonomi.

