Panduan Roti untuk Penderita Diabetes: Jenis dan Porsi yang Disarankan

Panduan memilih roti bagi penderita diabetes: perhatikan jenis dan porsinya agar gula darah tetap stabil.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Banyak penderita diabetes yang langsung menghindari roti setelah diagnosis, khawatir roti akan menyebabkan lonjakan gula darah. Namun, para ahli menyebutkan bahwa penderita diabetes tidak perlu mengeliminasi roti dari diet mereka. Kuncinya adalah memilih jenis roti yang tepat, mengatur porsi, serta menjaga pola makan secara keseluruhan.

Menurut panduan dari Mayo Clinic dan Harvard Health Publishing, karbohidrat tetap diperlukan sebagai sumber energi. Penderita diabetes disarankan untuk memilih roti yang tinggi serat dan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Memilih roti berbahan 100% gandum utuh (whole wheat atau whole grain) dianggap efektif karena seratnya memperlambat penyerapan karbohidrat dan menjaga stabilitas gula darah.

Penting untuk diperhatikan bahwa label roti dengan istilah ‘multigrain’ tidak selalu berarti terbuat dari gandum utuh. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa daftar komposisi sebelum membeli. Meski memilih roti yang sehat, perhatian terhadap jumlah yang dikonsumsi tetap penting, karena karbohidrat diubah menjadi glukosa dalam tubuh.

Para ahli menyarankan untuk mengkombinasikan roti dengan sumber protein tanpa lemak atau lemak sehat seperti telur, ayam tanpa kulit, ikan, alpukat, atau selai kacang tanpa gula tambahan. Kombinasi ini akan membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Penderita diabetes juga dianjurkan menghindari selai, cokelat, atau olesan tinggi gula.

Mayo Clinic menegaskan pentingnya pengelolaan diabetes secara menyeluruh, termasuk menjaga berat badan, berolahraga teratur, dan memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan biji-bijian utuh. Sementara itu, Harvard Health mengatakan bahwa diet sehat dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi risiko komplikasi diabetes.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com