ZONAUTARA.com – Ribuan petani India melakukan aksi jalan kaki massal menuju New Delhi pada Selasa (21/07/2026) sebagai bentuk protes terhadap rencana perjanjian dagang bebas dengan Amerika Serikat. Aksi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang juga menghadapi protes dari ribuan mahasiswa.
Serikat petani menekankan bahwa kesepakatan dagang yang tengah dinegosiasikan berpotensi merugikan sektor pertanian karena masuknya produk pangan impor dari AS dengan harga yang lebih murah dapat mengancam mata pencaharian petani lokal, peternak, produsen susu, dan pedagang kecil di India.
“Tidak dapat memberlakukan kesepakatan dengan AS,” tegas Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal. Ia menambahkan bahwa kesepakatan baru bisa diterapkan setelah “kerangka kerja untuk mendapatkan keunggulan kompetitif diselesaikan.”
Aksi ini dipelopori oleh konsorsium organisasi petani dari negara bagian di utara seperti Punjab, Haryana, Rajasthan, Himachal Pradesh, dan Uttar Pradesh. Rombongan dari Punjab sempat dihadang oleh barikade polisi di perbatasan dengan Haryana, namun ribuan lainnya terus bergerak menuju ibu kota.
Di sisi lain, agribisnis AS terus melobi agar India memberikan akses pasar lebih luas, pemotongan tarif bea masuk, dan pelonggaran impor untuk produk unggulan. Sementara itu, pemerintah India berkomitmen melindungi sektor-sektor rentan dan mengecualikan beberapa komoditas sensitif dari perjanjian.
Para aktivis mengkhawatirkan bahwa dibukanya kran impor bisa menghancurkan kehidupan sekitar 80 juta keluarga di pedesaan. Pertanian merupakan tulang punggung ekonomi India, mempekerjakan 46,1% tenaga kerja dan menopang hidup hampir 55% dari populasi negara tersebut.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

