ZONAUTARA.com – Delegasi Oman tiba di Teheran, ibu kota Iran, pada Jumat malam (24/7/2026), untuk berbicara dengan pejabat setempat mengenai pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, yang sudah berlangsung selama 14 hari.
Kantor berita IRNA melaporkan bahwa kunjungan delegasi Oman merupakan bagian dari konsultasi yang telah berlangsung antara kedua negara. Sebelum rombongan tiba, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah berkomunikasi melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi.
Sampai saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai usulan atau skema yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Seperti dikutip dari Al-Jazeera, Sabtu (25/7/2026), tidak ada detail mengenai gagasan yang sedang dibahas.
Pengelolaan Selat Hormuz menjadi pusat perhatian antara Washington dan Teheran. Jalur perairan tersebut sangat penting bagi perekonomian dunia, dengan sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas bumi dunia melintasi selat ini sebelum konflik pecah.
Oman memegang peran penting dalam diskusi ini karena posisi geografisnya yang strategis di pintu masuk dan keluar Selat Hormuz. Badr Albusaidi menegaskan bahwa jalur perairan vital harus tetap terbuka untuk navigasi internasional.
Kendati upaya diplomasi sedang berlangsung, AS dan Iran terus saling melancarkan serangan udara. Ketegangan semakin meningkat ketika pemberontak Houthi di Yaman mendeklarasikan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi, menambah dimensi baru dalam konflik yang semakin meluas di kawasan tersebut.
Diolah dari laporan Tirto.id.

