Hari kedua Temu Rakyat Sulut: Perkuat solidaritas, bentuk forum bersama perjuangkan ruang hidup

Penulis: Tonny Rarung
Editor: Redaktur
Suasana hari kedua, pelaksanaan Temu Rakyat Sulawesi Utara, pada Rabu (29/07/2026). (Foto: Zonautara/Tonny Rarung)

ZONAUTARA.com – Hari kedua, pelaksanaan Temu Rakyat Sulawesi Utara, pada Rabu (29/07/2026), para peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi dan penguatan semangat perjuangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok yang membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara.

Pantauan Zonautara.com, dalam forum tersebut, peserta membagikan pengalaman dan memetakan berbagai persoalan yang terjadi di daerah masing-masing.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain penyerobotan tanah, kerusakan dan pencemaran lingkungan, proyek geothermal, militerisme, intimidasi terhadap warga, kriminalisasi pejuang lingkungan, kekerasan terhadap perempuan, serta tuntutan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi yang didampingi oleh fasilitator dari berbagai lembaga. Salah satunya adalah Jonathan Ramisan dari LBH Manado yang memfasilitasi proses perumusan rekomendasi bersama.




Dari hasil diskusi tersebut, seluruh peserta menyepakati pembentukan forum dan sekretariat bersama sebagai wadah untuk mengonsolidasikan perjuangan masyarakat di berbagai daerah.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang konsultasi dan koordinasi bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di tingkat kabupaten dan kota, sekaligus menyusun kerangka kerja serta program bersama untuk menjawab berbagai isu yang berkembang di Sulawesi Utara.

Selain itu, peserta juga bersepakat membangun kesadaran kritis di tingkat kampung sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan rakyat.

Ketua pelaksana kegiatan, Frilly Omega Pantow dari Komunitas Adat Tonsea Likupang, mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat solidaritas masyarakat lintas komunitas.

“Kami berharap seluruh peserta mampu melahirkan ide-ide baru yang dapat menjadi kekuatan bersama dalam membangun dan memperkuat solidaritas masyarakat untuk memperjuangkan berbagai persoalan yang dihadapi rakyat Sulawesi Utara,” ujar Frilly.

Menurutnya, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, tantangan, dan strategi perjuangan yang selama ini dihadapi di komunitas masing-masing.

“Hari ini semua peserta bisa saling membagikan pengalaman, persoalan, dan tantangan yang terjadi di berbagai komunitas. Dari proses ini kita belajar bahwa banyak persoalan memiliki akar yang sama dan membutuhkan perjuangan secara kolektif,” tambahnya.

Melalui Temu Rakyat Sulawesi Utara ini, diharapkan lahir penguatan jaringan antar komunitas serta langkah-langkah bersama dalam memperjuangkan keadilan, perlindungan ruang hidup, dan pemenuhan hak-hak masyarakat di Sulawesi Utara.

Follow:
Fotografer.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com