ZONAUTARA.com – Kementerian Sosial (Kemensos) segera menindaklanjuti usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah persyaratan administrasi tanah terpenuhi. Proses realisasi usulan ini berpeluang masuk dalam pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III yang dijadwalkan dimulai pada Oktober mendatang.
Perkembangan ini terungkap saat audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Rabu (29/7/2026). Usulan pembangunan telah diajukan sejak 2025, namun sebelumnya ditolak karena lahan berada di kawasan hutan kota. Setelah penyesuaian tata ruang, pemerintah daerah mengajukan kembali usulan dengan melampirkan dokumen yang diperlukan.
Lahan yang diusulkan seluas 9 hektare, bersertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Landak, berada di pusat kabupaten agar mudah diakses penduduk dan memiliki dukungan infrastruktur seperti jalan, listrik, air bersih, dan dekat dengan fasilitas kesehatan. “Kami ingin lokasinya berada di tengah kota. Akses jangan sampai sulit,” kata Karolin.
Kabupaten Landak dihuni lebih dari 400 ribu jiwa dengan tingkat kemiskinan sekitar 8 persen. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional mencatat 9.802 penduduk berada di kategori Desil 1 dan 10.992 di Desil 2. Karolin menekankan, “Kalau bicara perlu Sekolah Rakyat, kami termasuk salah satu kabupaten yang memang sangat memerlukan.”
Agus Jabo menyampaikan, faktor kesiapan lokasi mulai dari legalitas, aksesibilitas, dan risiko bencana telah dipenuhi. Kabupaten Landak berpotensi menjadi salah satu lokasi pembangunan pada Tahap III. “Syarat administrasi sudah selesai. Berkasnya diterima Sekretariat Bersama SR untuk koordinasi dengan Kementerian PU, mudah-mudahan Landak bisa ikut Tahap III Oktober,” ujar Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat mengingatkan Pemkab Landak untuk segera mematangkan lahan. Herman dari Sekretariat Bersama berharap pematangan lahan dituntaskan segera. Menanggapi itu, Karolin menanggapi, “Kontur tanah di Kalimantan memang membutuhkan pematangan lahan. Tapi kami siap membereskannya.”
Diolah dari laporan Tirto.id.

