ZONAUTARA.com – Sejumlah besar migran telah memasuki enklave Ceuta milik Spanyol di Afrika Utara dari Maroko. Banyak dari mereka berenang dan menggunakan peralatan apung untuk menyeberangi perbatasan. Beberapa lainnya berhasil berlari melalui gerbang di pagar perbatasan.
Pemimpin wilayah Ceuta, Juan Jesús Vivas, menyatakan bahwa jumlah kedatangan migran ini telah membebani sumber daya dan mendesak pemerintah Spanyol untuk mengambil tindakan. Perdana Menteri Pedro Sánchez menggambarkan situasi ini sebagai “serangan” dan menegaskan bahwa semua migran ilegal akan dikembalikan ke Maroko “sesegera mungkin”.
Ceuta, yang terletak di pantai utara Maroko, telah lama menjadi titik fokus bagi migran yang berusaha mencapai Eropa. Lebih dari 25.000 migran sejauh ini telah kembali secara sukarela ke Maroko, menurut pejabat setempat.
Situasi ini menambahkan lebih banyak tekanan pada hubungan bilateral antara Spanyol dan Maroko, terutama terkait masalah migrasi yang telah menjadi isu sensitif di perbatasan.
Kondisi sulit ini menyoroti kebutuhan akan solusi yang lebih efektif dalam menangani krisis migrasi yang semakin meningkat di wilayah tersebut.
Diolah dari laporan BBC News.

