ZONAUTARA.com – Pergeseran investasi dari sektor padat karya ke sektor padat modal menjadi salah satu pemicu meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal di Jawa Tengah. Pada saat yang sama, industri garmen tetap menjadi penopang utama ekspor dan penyedia lapangan kerja di provinsi ini.
Potensi PHK diprediksi bertambah dengan adanya rencana penutupan dua perusahaan garmen, yaitu PT Samwon Busana Indonesia di Jepara dan PT Victory Apparel di Semarang pada Agustus 2026. Penutupan kedua perusahaan tersebut diperkirakan berimbas pada sekitar 1.400 pekerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyatakan bahwa perubahan orientasi investasi sangat mempengaruhi kondisi industri padat karya, terutama pada sektor tekstil dan garmen. “Pergeseran investasi dari padat karya ke padat modal menjadi salah satu penyebab terjadinya PHK massal saat ini,” kata Sakina.
Pergeseran ini menyebabkan penurunan investasi di sektor tekstil dan garmen, yang sebelumnya menempati posisi ketiga dalam tujuan investasi, kini turun ke peringkat kelima. Meskipun demikian, nilai total investasi di Jawa Tengah terus meningkat, khususnya di kawasan-kawasan industri tertentu. Sebagai contoh, di Kabupaten Batang, investasi padat modal mencapai Rp6,11 triliun namun hanya menyerap 6.584 tenaga kerja. Sebaliknya, di Kabupaten Kendal dengan investasi sebesar Rp6,56 triliun, penyerapannya mencapai 19.386 pekerja.
Industri garmen tetap strategis bagi ekonomi Jawa Tengah, meski berada di bawah tekanan. “Kami berharap industri padat karya tetap menjadi salah satu solusi utama dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Sakina. Hingga pertengahan 2026, sektor garmen beserta industri kulit dan alas kaki terus menyerap tenaga kerja secara signifikan dengan nilai investasi besar, meski sektor-sektor lain juga menunjukkan kontribusi positif.
Mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp48,54 triliun pada semester pertama 2026, Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan target tahunan sebesar Rp99,09 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 213.217 orang. Lima daerah dengan realisasi investasi terbesar ialah Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Demak.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

