ZONAUTARA.com – Organisasi Muhammadiyah merayakan Milad ke-114 dan Tanwir 2026 dengan memperkenalkan logo baru yang menampilkan daun kelor. Peluncuran ini dilakukan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (12/9). Dalam acara tersebut, daun kelor dipilih sebagai simbol yang merefleksikan karakter dan nilai gerakan Muhammadiyah yang bersahaja dan adaptif.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa daun kelor, tanaman yang tumbuh subur di Palu—tuan rumah Tanwir 2026—dipandang sebagai ‘miracle tree’ atau pohon ajaib. Haedar menyebutkan bahwa daun kelor melambangkan tiga daya hidup gerakan, yakni ketangguhan, keluasan wawasan, dan manfaat konkrit bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kelor adalah metafora gerakan yang memberi manfaat konkrit bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Haedar Nashir. Selain itu, ia mengajak seluruh kader Persyarikatan untuk melakukan “mi’raj pikiran”, yaitu proses melampaui pemaknaan lahiriah menuju kedalaman filsafat.
Haedar membedah logo tersebut melalui tiga pendekatan filosofi makna: pertama, filsafat bahasa yang mengajak untuk melihat lebih jauh makna dari simbol; kedua, pendekatan ideasional yang memandang simbol lahir dari ide dan gagasan; dan ketiga, pendekatan eksistensialisme yang melihat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dengan esensi pencerahan.
Di akhir penyampaiannya, Haedar menekankan pentingnya menjaga identitas organisasi dengan mengacu pada teori identitas organisasi Albert dan Whetten. Ia menyebutkan bahwa nilai pokok, nilai yang abadi, dan nilai pembeda adalah unsur penting dalam menjaga kekuatan dan relevansi Muhammadiyah yang telah lebih dari satu abad berdiri.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

