Protes Berdarah di Kashmir, 30 Demonstran Tewas Ditembak

Protes berdarah di Kashmir, aparat keamanan Pakistan dituduh menewaskan 30 demonstran dalam dua hari.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Protes berdarah terjadi di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, dengan laporan bahwa aparat keamanan menembak mati setidaknya 30 demonstran yang melakukan aksi damai. Insiden ini terjadi selama dua hari, menandai eskalasi terburuk dalam beberapa tahun terakhir di negara bersenjata nuklir tersebut.

Mengutip laporan dari The Guardian pada Selasa (28/07/2026), Joint Awami Action Committee (JAAC) melaporkan tindakan brutal dari pasukan keamanan yang menembak mati 25 orang pada Senin dan tambahan lima orang pada Selasa. Protes massal ini dipicu oleh tuntutan reformasi sistem pemilu dan penghapusan 12 kursi khusus pengungsi, yang dipandang sebagai alat kendali politik oleh pemerintah pusat.

Pemerintah Pakistan berusaha meredam gejolak dengan mematikan jaringan komunikasi dan internet secara total serta melakukan penangkapan massal terhadap para aktivis. Juru Bicara JAAC, SA Khan, menuduh aparat keamanan tidak hanya menembaki massa tetapi juga menghilangkan jenazah untuk menghapus bukti.

“Pasukan keamanan telah membawa lari jenazah para korban dan mengunci rumah sakit di Mirpur. Kami memiliki bukti foto dan video jenazah yang tergeletak di jalanan dalam genangan darah, tetapi aparat menculik jenazah tersebut demi menghapus bukti,” tegas SA Khan.

Verifikasi independen terhadap jumlah korban tewas sulit dilakukan karena media dilarang memasuki wilayah konflik dan pemblokiran internet. Pemerintah Pakistan membantah keterlibatan dalam penembakan dan menuduh India mendukung demonstrasi ini. Tuduhan ini ditolak oleh JAAC, yang menyatakan bahwa narasi tersebut digunakan untuk membungkam tuntutan hak politik rakyat.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, mendesak diadakannya penyelidikan independen atas kejadian ini, sedangkan Amnesty International menyerukan agar Islamabad membuka kembali akses komunikasi dan menghentikan kekerasan terhadap warga.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com