Tujuh nyawa melayang di Drag Race Kotamobagu, Wali Kota bicara soal izin, Panitia janji bertanggung jawab

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Yusril Umbola
Penulis: Yusril Umbola
Editor: Redaktur
Penanganan korban drag race di Kotamobagu. (Foto: Yogi)


ZONAUTARA.com – Open Tournament TDR Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 yang digelar di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Minggu (9/8/2026) berubah menjadi tragedi maut setelah sebuah mobil peserta keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita itu menyebabkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka berat dan ringan serta masih mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Mobil yang terlibat dalam kecelakaan diketahui dikemudikan oleh Tian Ngantung, pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe. Tian mengikuti perlombaan pada kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.

Berdasarkan informasi sementara, kendaraan tersebut melaju di lintasan sirkuit nonpermanen sebelum kehilangan kendali dan mengarah ke area penonton.

Saksi mata, Areng Mokoginta, yang diwawancarai Zonautara.com sesaat setelah insiden tersebut mengatakan mobil mulai oleng sekitar 300 meter dari titik start, sebelum menghantam kerumunan penonton di sekitar pertigaan Lapangan Pontodon.




“Mobil oleng dan langsung menghantam kumpulan penonton. Korban sampai terbang ke got,” kata Areng.

Sementara itu, korban lainnya, Prasetio Mokodongan pontodon (21), warga Pontodon, mengaku saat kejadian dirinya berada di atas drainase dan di belakang pembatas yang disediakan di sekitar lintasan.

“Saat itu saya berdiri di atas drainase, tidak di bahu jalan, tepat di belakang pembatas. Namun, mobil tersebut bannya pecah hingga menabrak kerumunan kami yang sedang menonton,” tutur Tyo.

Keterangan Tyo mengenai dugaan pecah ban tersebut belum dikonfirmasi oleh kepolisian, panitia penyelenggara, maupun hasil pemeriksaan teknis kendaraan. Penyebab pasti kendaraan kehilangan kendali masih menunggu penyelidikan.

drag race
Mobil yang menabral penonton di drag race di Kotamobagu. (Foto: ZOnautara.com/Yusril Umbolla)

Tujuh korban meninggal

Data sementara yang diterima dari sejumlah fasilitas kesehatan menunjukkan korban meninggal dunia telah mencapai tujuh orang.

Di Rumah Sakit Monompia, dua korban dilaporkan meninggal dunia, yakni Harianti Mokoginta, warga Bilalang III Utara dan Nilawati Mokodongan, warga Pontodon Induk.

Sementara di RSUD Kotamobagu, Pobundayan, korban meninggal dunia tercatat lima orang, yakni:

  • Januni Pusung (35), warga Bilalang Baru.
  • Ali Ponamaon (65), warga Pontodon.
  • Bio Mokoagow (74), warga Bilalang III.
  • Lisma Mokoginta (38), warga Bilalang III.
  • Rugaina Manangin, warga Bilalang IV.

Rugaina sebelumnya tercatat sebagai korban luka berat dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Kotamobagu, Pobundayan. Namun, berdasarkan pembaruan data pada Minggu (9/8/2026) malam, statusnya dilaporkan meninggal dunia.

Dengan demikian, berdasarkan pembaruan sementara dari RSUD Kotamobagu dan RS Monompia, tujuh korban meninggal dunia telah teridentifikasi.

Selain korban meninggal, sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan. Di antaranya Hadi Toisi, Ali Jojang, Murdani Pobela, Muxin Dondo, Arhan Mokoginta, Rapiska Mokodongan, Enjelia Lito dan Prasetio Mokodongan.

Di RSUD Kotamobagu juga tercatat korban luka lainnya, termasuk Johar Mokoginta, Rina Longkun dan sejumlah korban lain yang masih mendapatkan penanganan medis.

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pembaruan dari rumah sakit maupun pihak berwenang.

drag race
Suasana di Rumah Sakit Monompia (Foto: Zonautara.com/Yusril Umbolla)

Bocah 6 tahun jadi korban

Tragedi tersebut juga menyebabkan seorang bocah berusia enam tahun, Rapiska Mokodongan Genggulang menjadi korban.

Rafista mengalami luka pada bagian kaki setelah mobil balap keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton. Ia masih menjalani pemeriksaan medis.

Ibunya, Resia Mokoginta (45), mengatakan keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kondisi kaki anaknya secara pasti.

“Untuk saat ini masih menunggu hasil rontgen agar diketahui kondisi kaki anak saya,” kata Resia.

Resia juga meminta panitia penyelenggara bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk terhadap biaya perawatan dan kerugian yang dialami anaknya.

“Saya juga menuntut ganti rugi kepada panitia,” ujarnya.

drag race
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib saat ikut turun menangani korban drag race. (Foto: Zonautara.com/ Yusril Umbolla)

Wali Kota: Pemerintah tahu rencana kegiatan

Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, mengatakan pemerintah kota sebelumnya telah mengetahui rencana pelaksanaan kegiatan drag race tersebut.

Menurutnya, sebelum rekomendasi dari pemerintah daerah diterbitkan, terdapat sejumlah proses dan pemeriksaan dari pihak terkait.

“Iya, pemerintah tahu. Kita diberitahukan rencana kegiatan. Sebelum ke pemerintah, penyelenggara sudah mengantongi berbagai izin dari yang berwenang mengeluarkanya,” ujar Weny, Minggu malam (9/8).

Mengenai lokasi pelaksaanaan apakah memenuhi standar, Weny mengatakan pemeriksaan sebelumnya telah dilakukan oleh tim terkait, termasuk Ikatan Motor Indonesia (IMI). Ia memastikan penanganan para korban menjadi prioritas utama.

“Ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua. Tetapi lebih penting daripada itu, kita harus menangani korban dulu, baik korban yang meninggal dunia maupun korban yang sekarang sedang dirawat di rumah sakit. Itu yang kita optimalkan dulu sekarang,” kata Weny

Panitia janji bertanggung jawab

Sementara itu, mewakili panitia penyelenggara, Lucky Sugeha memastikan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap para korban akibat insiden tersebut.

“Kami akan memberikan bantuan duka kepada korban baik yang meninggal dunia maupun luka dan pastinya dari panitia akan bertanggung jawab,” kata Lucky.




Kecelakaan tersebut kini menjadi perhatian serius, terutama terkait aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan otomotif yang melibatkan penonton dalam jumlah besar.

drag race
Perwakilan panitia penyelenggara, Lucky Sugeha. (Foto: ZOnautara.com/Yusril Umbolla)

Selain jumlah korban dan penyebab kendaraan keluar lintasan, aspek pengamanan area penonton, kelayakan lintasan, prosedur keselamatan, serta mekanisme perizinan kegiatan juga menjadi bagian penting yang perlu diperiksa.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian termasuk untuk memastikan apakah kendaraan mengalami gangguan teknis, kesalahan pengemudi, kondisi lintasan, atau faktor lainnya.

Data korban dalam berita ini juga masih merupakan data sementara dan dapat berubah berdasarkan pembaruan resmi dari rumah sakit maupun pihak berwenang.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com