PM Minta Cegah Pembebasan Dini Pembunuh PC Harper

PM Inggris minta pembunuh PC Harper tidak dibebaskan dini untuk cegah krisis ruang penjara.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, telah meminta Menteri Kehakiman untuk mencari cara agar dapat mengecualikan pembunuh PC Andrew Harper dari skema pembebasan dini yang dirancang untuk mengatasi kepadatan penjara. Hal ini terjadi setelah diketahui bahwa Jessie Cole dan Albert Bowers, yang didakwa melakukan pembunuhan tidak disengaja (manslaughter) dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara pada tahun 2020, berpotensi dibebaskan lebih awal.

Menurut informasi dari Downing Street, awalnya dikatakan bahwa tidak mungkin untuk mengecualikan “satu atau dua terpidana” pembunuhan tidak disengaja dari program pembebasan dini tahanan. Namun, Burnham yakin solusi dapat ditemukan untuk menghapus Cole dan Bowers dari rencana pemerintah tersebut.

PC Harper, seorang polisi berusia 28 tahun asal Wallingford, Oxfordshire, tewas pada 2019 setelah terseret di belakang mobil pelarian yang dikendarai tiga remaja saat mereka kabur dari tempat pencurian motor quad di Berkshire. Berdasarkan perubahan Undang-Undang Pidana tahun ini, Cole dan Bowers akan memenuhi syarat untuk dibebaskan dari tahanan Januari mendatang setelah menjalani setengah masa hukuman.

Seorang juru bicara pemerintah menjelaskan bahwa Perdana Menteri telah meminta Menteri Kehakiman untuk mencari opsi lebih lanjut agar lebih banyak pelaku kejahatan berat tetap berada di penjara, termasuk pembunuh PC Harper. Sementar itu, seorang narasumber menyebutkan bahwa Menteri Kehakiman Alex Norris akan mengungkap strategi untuk mencegah pembebasan dini Cole dan Bowers nantinya.

PC Harper baru menikah dengan Lissie Harper selama sebulan ketika dia tewas dalam tugas. Lissie termasuk di antara mereka yang meminta agar Cole dan Bowers tidak dibebaskan lebih awal. Dia sebelumnya berhasil memperjuangkan undang-undang “Harper’s Law” yang memperkenalkan hukuman penjara seumur hidup wajib bagi siapa saja yang membunuh petugas darurat saat melakukan kejahatan.




Kepala Federasi Polisi Thames Valley, Aileen O’Connor, mengatakan bahwa publik dengan tegas mendukung penolakan pembebasan dini ini dengan lebih dari 900.000 orang menandatangani petisi untuk hal tersebut. Menteri memperingatkan potensi kekurangan ruang penjara mulai Oktober, sementara mantan komisaris korban, Dame Vera Baird, turut berkomentar mengenai situasi ini.

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com