Sulut dilanda kemarau panjang, kejadian karhutla semakin sering

Puncak musim kemarau di Sulut diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, dengan fenomena El Nino sangat kuat bertahan hingga Oktober.

Editor: Redaktur
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Lolak, Bolaang Mongondow. (Foto: Pemkab Bolmong)

ZONAUTARA.com – Fenomena iklim global El Nino dengan kategori sangat kuat yang dibarengi dengan puncak musim kemarau mulai memicu dampak serius di berbagai wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kombinasi cuaca ekstrem ini telah memicu ancaman kekeringan meteorologi, krisis air bersih bagi warga pemukiman, potensi gagal panen puluhan hektar lahan pertanian, hingga maraknya insiden kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman di sejumlah kabupaten dan kota.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa puncak musim kemarau di Sulawesi Utara yang berlangsung sejak akhir Mei diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, dengan fenomena El Nino sangat kuat bertahan hingga Oktober. BMKG memproyeksikan curah hujan akan sangat minim, bahkan mendekati nol hingga 20 milimeter per bulan di sebagian besar wilayah.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Aris Yunatas, menjelaskan bahwa dampak El Nino tahun ini diprediksi lebih besar ketimbang fenomena serupa pada tahun 2023.

“Dampaknya hari tanpa hujan semakin panjang. Sesuai pantauan sepanjang Juli sebagian besar sudah tidak ada hujan di Juli dan puncaknya Agustus September,” ungkap Aris.

Ia menambahkan, wilayah seperti dataran Dumoga di Bolaang Mongondow dan Motoling di Minahasa Selatan bahkan telah mencatat durasi hari tanpa hujan lebih dari 35 hari. Hasil monitoring BMKG juga menunjukkan hari tanpa hujan (HTH) selama 21-30 hari terjadi di 48 lokasi, sementara durasi sangat panjang lebih dari 60 hari terjadi di 13 lokasi. Bahkan pada bulan September, Aris memprediksi curah hujan bisa mencapai 0,0 mm di lapangan, yang menandakan tidak ada hujan sama sekali.

Ancaman ini dipertegas oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sulut sekaligus Koordinator BMKG Sulut, Sigit Purnomo, yang mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kita perlu mewaspadai ancaman kekeringan, berkurangnya air bersih, gagal panen dan kebakaran lahan dan hutan,” tegas Sigit.

Sementara itu, status kewaspadaan kekeringan di beberapa wilayah terus meningkat, seperti wilayah Likupang Barat dan Likupang Timur di Kabupaten Minahasa Utara yang kini telah ditetapkan berstatus ‘Awas’ kekeringan.

panas
Persawahan di Solog, Bolaang Mongondow yang mulai mengering karena musim kemarau mulai tiba. Dipotret pada April 2026. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

Sektor pertanian ikut terdampak

Dampak kemarau panjang ini sangat memukul sektor pertanian. Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulut melaporkan bahwa penurunan debit air irigasi telah mengancam produktivitas lahan di Kaidipang dan Bolangitang Timur, serta beberapa daerah pertanian sawah di Bolaang Mongondow yang telah mengalami krisis air sejak Juni 2026.

Kepala Balai Perlindungan dan Pengujian Hortikultura Sulut, Nova Sumolang, menyebutkan bahwa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tercatat 84 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan ringan. Sementara di Minahasa Selatan, sebanyak 14,5 hektar tanaman jagung terancam puso (gagal panen), dan di Kota Bitung setidaknya 2 hektar tanaman jagung dipastikan sudah mengalami gagal panen total akibat daun yang mengering dan tergulung.

Selain sektor pertanian, krisis air bersih merambah kawasan pemukiman warga. Di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, warga yang bermukim di area yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengeluhkan menyusutnya debit air dari sumur dan mata air. Daman, salah seorang warga Bailang, mengaku pasrah dan khawatir.

“Kami mulai kesulitan mendapatkan air. Mata air yang biasanya mengalir cukup deras sekarang tinggal sedikit. Kalau tidak segera hujan, kami khawatir akan semakin parah,” kata Daman.

Keluhan terkait jaringan air bersih juga disampaikan warga dalam agenda reses anggota DPRD Manado, seperti yang dialami warga Mahakeret Timur saat menyampaikan aspirasi ke legislator Lily Binti, serta warga yang mengadu ke legislator Monica Tambajong.

kemarau
Kebakaran lahan di Inobonto, Bolaang Mongondow pada 1 Agustus 2026. (Foto: ist)

Karhutla meningkat

Di sisi lain, cuaca panas yang terik dan angin kencang mempertinggi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), serangkaian kasus kebakaran terjadi di beberapa titik.

Pada Sabtu (8/8/2026) pukul 13.30 WITA, karhutla menerjang Desa Lolan, Kecamatan Bolaang Timur, yang diduga dipicu oleh buangan puntung rokok sembarangan. Kepala Pelaksana BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta, menyatakan, “Karhutla ini juga semakin menjadi akibat kencangnya tiupan angin di lokasi kejadian sehingga menyulut dan membakar rumput secara tidak terkendali.” Penanganan dilakukan oleh tim gabungan BPBD, Damkar, TNI-Polri, dan masyarakat menggunakan 1 unit Damkar, 1 unit Pick Up L300, dan 5 unit Jet Shooter.

Keesokan harinya, Minggu (9/8/2026), kebakaran lahan kembali melanda Desa Kopandakan Dua, Kecamatan Lolayan, Bolmong, tepat di pinggir jalan AKD dekat kompleks Panti Asuhan Pononiungan. Damkar Kotamobagu menerjunkan 2 unit armada dan 13 personel.

Kabid Damkar Kotamobagu, Regina Mokoginta, menjelaskan, “Mendapat laporan tersebut kita terjunkan satu unit damkar namun kembali ditambah dan kini sudah ada dua unit yang berada di TKP beserta 13 personelnya. Kami juga dibantu personel TNI-Polri serta masyarakat sekitar karena luasan lahan yang dilalui api sudah mulai tak terkendali.” Regina turut mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan membakar rumput selama musim kemarau.

Insiden kebakaran juga marak di daerah lain. Di Minahasa Selatan, tercatat lima kasus karhutla seluas 7,5 hektar serta enam insiden kebakaran bangunan sepanjang Juni hingga Juli 2026. Di Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, kebakaran lahan sampah liar di Desa Pineleng Dua sempat merembet ke rumpun bambu pada Selasa (4/8/2026) dini hari sebelum dipadamkan tim gabungan. Kapolsek Pineleng, IPTU Sem Marthin, mengingatkan, “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di lahan terbuka. Sekecil apa pun api yang ditinggalkan dapat berkembang menjadi kebakaran besar.”

el nino
Peta diolah Zonautara.com dari data BMKG.

Merespons eskalasi ancaman bencana ini, jajaran pemerintah daerah, TNI, dan Polri meningkatkan kesiapsiagaan. Di Kotamobagu, sinergitas Polsek Kotamobagu dan Koramil menggelar patroli dialogis gabungan pada Jumat (7/8/2026) untuk mengedukasi warga agar tidak mengolah lahan dengan cara dibakar. Sementara itu, di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Apel Pasukan Kesiapsiagaan digelar pada Rabu (5/8/2026) dipimpin Wakil Bupati Argo V. Sumaiku bersama Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan guna menegakkan prinsip zero burning, mengaktifkan Satgas Pangan, dan mengoptimalkan sumber daya air.

Untuk membantu petani, Pemprov Sulut menyiapkan bantuan pompa air serta menginstruksikan penundaan penyaluran bibit tanaman perkebunan. Kepala UPTD BPTP Dinas Perkebunan Daerah Sulut, Jouke Kumendong, meminta petani menyiram tanaman secara ekstra pada pagi dan sore hari.

Rangkaian bencana kekeringan, krisis air bersih, dan fenomena karhutla yang melanda Sulawesi Utara merupakan sinyal kuat akan tingginya kerentanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim dan El Nino ekstrem.

Di tengah prediksi masa transisi musim yang terancam mundur hingga Desember akibat kuatnya El Nino, kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, bijak menggunakan air, serta tindakan tanggap cepat dari pemerintah daerah sangat krusial guna meminimalkan kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas.

Share This Article
Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com