ZONAUTARA.com – Wali Kota Bitung Hengky Honandar dikabarkan telah mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi untuk nelayan. Pengajuan itu tidak ditampik Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung, Sadat Minabari saat dikonfirmasi, Kamis (20/06/2026).
“Iya, betul. Surat pengajuan itu talah dikirim kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi di Jakarta, dengan Nomor: 500.5/643/WK tentang Penambahan Alokasi Kuota BBM tertentu (Solar),” kata Sadat, sembari menjelaskan, surat pengajuan itu tertanggal 29 Juni 2026 atau setelah rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan nelayan.
Sadat merinci, kapal yang menikmati solar bersubsidi sebanyak 200 kapal. Menurutnya, kapal-kapal nelayan tersebut berukuran di bawah 30 Gross Ton (GT).
Kepala Dinas keturunan Timur Tengah ini membeber, bbm bersubsidi solar yang masuk setiap bulan berjumlah 940 kilo liter (kl).
“Memang kouta tidak cukup. Sehingga pemerintah mengusulkan kouta solar itu bertambah menjadi 1.890 kl untuk nelayan Bitung. Artinya, penambahan kouta ini menyentuh angka 950 kl,” jelasnya.
Pun demikian, Sadat enggan mengakui nelayan kehilangan hari melaut di Bitung selain karena cuaca ekstrim, juga musababnya keterbatasan bahan bakar minyak.
“Mereka yang tidak mendapat jatah bbm bersubsidi, kebanyakan membeli solar non subsidi. Tetap mereka melaut, apalagi kalau musim ikan,” tukasya.

