ZONAUTARA.com – Kekeringan parah akibat kemarau panjang melanda Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sebanyak lima desa di Kecamatan Pulau Maya kini menghadapi krisis air bersih setelah sumur warga mengering dan cadangan air hujan semakin menipis. Desa-desanya adalah Dusun Besar, Dusun Kecil, Kamboje, Satai Lestari, dan Tanjung Satai, dengan kondisi terparah dilaporkan terjadi di Desa Kamboje dan Dusun Kecil.
Warga di daerah ini kini terpaksa menggunakan air parit untuk keperluan sehari-hari, termasuk mandi. Air yang digunakan dalam kondisi tercampur lumpur dan debu akibat asap kebakaran lahan. Untuk kebutuhan minum, warga biasanya mengandalkan air hujan yang ditampung. Namun, persediaan air tersebut hampir habis karena musim kemarau panjang.
Ujang, warga Desa Kamboje, menyatakan bahwa masyarakat sangat memerlukan bantuan pasokan air bersih dari pemerintah. “Kalau sekarang ini, kami sangat perlu sekali air bersih. Sumur sudah kering. Air hujan yang dipakai selama musim panas ini juga sudah habis,” ujar Ujang, Jumat (21/8).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara, Alias Syahroni, menyebutkan bahwa kekeringan saat ini melanda hampir seluruh wilayah, namun Kecamatan Pulau Maya adalah yang terparah. “Desa di Kecamatan Pulau Maya merupakan wilayah yang terparah,” katanya. Alias mendesak pemerintah daerah segera bertindak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
Distribusi bantuan mengalami kendala karena kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi menuju Pulau Maya. Alias Syahroni mendorong pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan pihak swasta, terutama perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, guna mempercepat penyaluran air bersih. “Sehingga nanti dalam pendistribusian bantuan air bersih, Pemda berkolaborasi dengan pihak swasta, terutama investor besar di kawasan tersebut,” ujar Alias.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

