ZONAUTARA.com – Kantor pemerintah kota di provinsi Pattani, Thailand, mengalami serangan bom dan pembakaran pada Minggu malam, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 21.10. Kejadian ini terjadi di kantor kotamadya Pho Ming, distrik Panare, merusak pos penjaga keamanan, garasi, dan beberapa kendaraan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Serangan terbaru ini merupakan bagian dari rangkaian kekerasan yang mengguncang provinsi perbatasan selatan Thailand seperti Narathiwat, Pattani, dan Yala, yang sebelumnya diwarnai 50 insiden bom dan pembakaran pada Sabtu malam. Dua orang wanita dilaporkan terluka dalam serangkaian insiden tersebut.
Sehubungan dengan serangan ini, Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya frekuensi kekerasan tersebut. “Ada intelijen awal yang menunjuk pada rencana kekerasan terkoordinasi, dan otoritas keamanan seharusnya membuat persiapan yang lebih cepat untuk mengatasinya,” ujarnya.
Direktur Badan Intelijen Nasional, Thanut Suvarnananda, menilai serangan ini mungkin berkaitan dengan upaya para penyerang untuk meningkatkan daya tawar dalam pembicaraan damai yang akan berlangsung pada akhir Oktober. “Pembangkang mungkin juga ingin menghabiskan amunisi dan bahan peledak yang telah mereka simpan, karena khawatir akan rusak dan memburuk selama musim hujan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Thanut mengindikasikan bahwa eskalasi kekerasan ini dapat dipicu oleh operasi pemberantasan barang gelap oleh pemerintah, termasuk penyitaan obat-obatan terlarang baru-baru ini di wilayah tersebut. “Namun kami tidak dapat mengungkapkan nama-nama mereka yang berada di balik rentetan serangan itu,” pungkasnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

