Boediono Soroti Efektivitas Kebijakan Ekonomi, Kenang Krisis 2008

Boediono menekankan pentingnya sinergi antara rasionalitas kebijakan ekonomi dan dukungan politik dalam sebuah acara di Jakarta.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Prof. Boediono, menekankan pentingnya efektivitas kebijakan ekonomi dalam sebuah acara Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026). Boediono juga mengenang pelajaran dari krisis keuangan global tahun 2008.

Dalam acara tersebut, Boediono menyatakan bahwa kebijakan ekonomi baru akan efektif jika didukung oleh dua pilar penting. “Kebijakan ekonomi akan efektif hanya apabila ditopang secara sekaligus oleh dua pilar, yaitu adanya konsep kebijakan yang rasional yang dirumuskan secara sistematis dan teknokratis, dan adanya dukungan dari pemegang otoritas politik untuk melaksanakannya di lapangan,” kata Boediono seperti dikutip dalam siaran pers.

Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut menggarisbawahi kesuksesan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menghadapi krisis keuangan 2008. Menurutnya, tim ekonomi yang solid dan kompeten mampu merumuskan respons secara teknokratis, sementara dukungan politik dari Presiden SBY menjadikan kebijakan tersebut dapat dieksekusi dengan baik.

Boediono menegaskan bahwa konsep kebijakan yang baik tanpa dukungan politik hanya akan menjadi “konsep indah di atas kertas yang sama sekali tidak mempunyai dampak pada kehidupan nyata.” Sebagai antitesis, kekuatan politik tanpa rasionalitas kebijakan berisiko menghasilkan keputusan yang tidak efektif.

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan tiga agenda utama Partai Demokrat: memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. AHY menjelaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta kesejahteraan yang dirasakan merata oleh masyarakat, dan agar pembangunan infrastruktur juga meningkatkan kesejahteraan rakyat.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com