Waspadai Penipuan Digital: Kenali Informasi yang Tidak Dapat Diminta Penyedia Layanan

Kenali lima jenis informasi yang tidak boleh dibagikan untuk menghindari penipuan digital. Waspadai permintaan data dan transaksi mencurigakan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Penipuan digital yang semakin beragam mengharuskan pengguna layanan digital untuk lebih waspada terhadap informasi yang diminta oleh pihak yang mengatasnamakan penyedia layanan. Hal ini meliputi permintaan informasi pribadi seperti PIN dan kode OTP hingga permintaan transfer uang yang digunakan untuk menjerumuskan korban.

Transaksi digital saat ini merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, baik untuk pembayaran sehari-hari maupun penggunaan layanan keuangan lainnya. Namun, dengan perkembangan teknologi, risiko penipuan juga meningkat pesat. Menurut data dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah dilaporkan lebih dari 636.000 kasus penipuan digital sejak November 2024 hingga Juli 2026, dengan lebih dari 600.000 rekening yang diblokir terkait kasus ini.

Pengguna diimbau agar lebih waspada dan tidak hanya bergantung pada sistem keamanan penyedia layanan. Kesadaran ini mencakup pemahaman tentang informasi pribadi apa yang tidak boleh dibagikan kepada pihak yang mengaku sebagai perwakilan penyedia layanan. Langkah ini penting untuk mencegah akses tidak sah ke akun atau informasi pribadi.

Berikut lima hal yang perlu diwaspadai pengguna:

1. PIN




Personal Identification Number (PIN) adalah kode rahasia yang seharusnya hanya diketahui oleh pemilik akun. OVO menegaskan tidak akan meminta pengguna untuk membagikan PIN dengan alasan apapun. Permintaan PIN dari pihak yang mengaku sebagai customer service patut dicurigai.

2. Kode OTP

One-Time Password (OTP) digunakan untuk verifikasi dan harus dijaga kerahasiaannya. Pengguna tidak boleh mengungkapkan OTP kepada pihak lain, bahkan jika diminta dengan alasan verifikasi akun atau klaim hadiah.

3. Transfer uang untuk verifikasi

Permintaan untuk mentransfer uang dengan alasan apapun seperti aktivasi atau verifikasi akun sebaiknya diwaspadai. OVO menyatakan tidak ada prosedur resmi yang memerlukan transfer uang terlebih dahulu.

4. Mengunduh aplikasi dari tautan chat

Penipuan bisa terjadi jika pengguna diarahkan untuk mengunduh aplikasi dari tautan yang tidak resmi. Aplikasi seperti OVO sebaiknya hanya diunduh dari platform resmi untuk memastikan keamanan.

5. Customer service tidak resmi

Bantuan resmi dari customer service hanya bisa didapatkan melalui kanal yang terverifikasi. Nomor telepon atau akun media sosial yang tidak resmi berpotensi digunakan dalam modus penipuan. Pengguna yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi OVO melalui email [email protected] atau telepon 1-500-696.

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com