ZONAUTARA.com – Presiden LaLiga, Javier Tebas, kembali menjadi pusat kontroversi dalam dunia sepak bola Spanyol dengan perseteruannya bersama Real Madrid. Insiden ini berawal dari pertandingan Derby Madrid antara Atletico Madrid dan Real Madrid yang berlangsung di Stadion Metropolitano, Minggu, 20 September 2026, yang berakhir dengan kemenangan Atletico 2-1. Real Madrid merasa dirugikan oleh keputusan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias dalam pertandingan tersebut.
Javier Tebas, yang sudah menjabat sebagai Presiden LaLiga sejak 2013, seringkali terlibat dalam perselisihan dengan klub-klub di Spanyol dan entitas sepak bola lainnya seperti UEFA dan FIFA. Ketidakpuasan Real Madrid dipicu oleh beberapa keputusan wasit yang dianggap berat sebelah, khususnya saat duel antara Cristian Romero dan Jude Bellingham yang terjadi pada menit ke-35, di mana sepatu Romero mengenai paha Bellingham, namun ia hanya mendapat kartu kuning.
Situasi serupa terjadi pada menit ke-44 ketika insiden pelanggaran Lee Kang-in kepada Federico Valverde diabaikan tanpa hukuman kartu oleh wasit. Hal ini membuat pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sangat terpancing emosinya sepanjang pertandingan.
Kekecewaan Real Madrid memuncak ketika Dean Huijsen mendapat kartu merah setelah pelanggaran terhadap Giuliano Simeone di kotak penalti. Keputusan ini diambil setelah wasit VAR, Trujillo Suárez, merekomendasikan perubahan kartu dari kuning menjadi merah kepada wasit Miguel Ángel Ortiz Arias.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Jose Mourinho memperlihatkan foto dua insiden yang dianggap sebagai pelanggaran berat dan menekankan, “Itu adalah dua kartu merah yang sangat jelas.” Mourinho juga mempertanyakan pengumuman awal wasit sebelum pertandingan, yang biasanya diumumkan hanya 24 jam sebelumnya. “Ini semua memang sangat aneh,” ujarnya menambahkan bahwa keputusan sebelum pertandingan telah menimbulkan kecurigaan di pihaknya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

