ZONAUTARA.com — Pemerintah menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam melihat dunia keolahragaan nasional. Olahraga tidak lagi boleh dipandang sekadar sebagai pengeluaran biaya, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Pesan penting ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026, Rabu (8/9/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Gagasan tersebut didorong menjadi gerakan nasional sekaligus agenda pembangunan konkret guna membentuk manusia Indonesia yang utuh, disiplin, tangguh, dan sportif.
Dalam amanatnya, Menpora menetapkan lima arah kebijakan strategis untuk mentransformasi keolahragaan nasional. Salah satu poin utamanya adalah pergeseran menuju paradigma kesehatan preventif.
“Fokus kita harus bergeser, dari sekadar mengobati orang sakit menjadi membangun masyarakat yang aktif agar tetap sehat dan bugar,” ujar Wagub Victor saat membacakan amanat Menpora.
Guna mendukung paradigma baru ini, pemerintah daerah (Pemda) diminta mengambil peran aktif di lapangan. Pemda dituntut menjamin ketersediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, hingga jalur bersepeda. Program olahraga yang dihadirkan pun harus memenuhi kriteria mudah, murah, aman, serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, integrasi aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci. Olahraga diharapkan hadir di sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan keluarga. Ruang publik seperti car free day juga harus dimanfaatkan optimal untuk membangun budaya aktif secara berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial semata.
Arah kebijakan ini turut mengubah tolok ukur keberhasilan pembangunan olahraga. Indikator utama kini tidak lagi dihitung dari seberapa banyak ajang olahraga yang digelar, melainkan dari perubahan perilaku masyarakat.
Data valid mengenai tingkat kebugaran warga akan menjadi acuan utama dalam pengambilan kebijakan, dengan memastikan seluruh warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan akses yang sama untuk bergerak.
“Transformasi ini dirancang untuk memicu lompatan budaya bangsa: dari masyarakat pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, dan dari bugar menjadi produktif hingga melahirkan Indonesia yang kuat,” tegas Victor. Ia juga menambahkan bahwa atlet berprestasi dan juara dunia pada dasarnya lahir dari masyarakat yang memiliki kegemaran berolahraga.
Mengakhiri amanat tersebut, Wagub Victor mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, hingga keluarga untuk mulai bergerak bersama lewat langkah-langkah sederhana seperti berjalan, berlari, atau bersepeda. Sebab, Indonesia yang bugar hanya bisa dibangun melalui gotong royong seluruh rakyatnya.

