ZONAUTARA.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali mengukuhkan prestasinya di tingkat nasional. Dalam gelaran Indonesia Bisa Award yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9), Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memboyong penghargaan Kategori Apresiasi Daerah Peduli Layanan Kesehatan dan Pemenuhan Gizi Anak.
Penghargaan yang digelar oleh salah satu stasiun TV nasional tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Pemprov Sulut dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Penetapan Sulut sebagai penerima penghargaan tidak dilakukan sembarangan. Proses evaluasi mengacu pada data kuantitatif yang transparan serta pengelompokan secara regional. Tim penilai memanfaatkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) serta dari Kementerian/Lembaga terkait.
Yulius menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata dari langkah pembenahan dan inovasi pelayanan kesehatan yang terus dilakukan di wilayahnya. Menurutnya, penguatan fasilitas kesehatan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat Posyandu, Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Saya kira ini menjadi contoh nyata dari peningkatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara. Kita terus berbenah dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Yulius.
Salah satu gebrakan penting yang disoroti Yulius adalah jaminan akses kesehatan bagi seluruh warga, termasuk mereka yang belum terdaftar dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ia memastikan telah menginstruksikan seluruh RSUD di Sulawesi Utara untuk tetap memprioritaskan penanganan medis warga tanpa terkecuali.
“Saya telah memerintahkan kepada seluruh RSUD di Sulawesi Utara untuk tetap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, meskipun tanpa adanya JKN,” tegasnya.
Peningkatan mutu layanan ini juga ditopang oleh modernisasi fasilitas medis. Salah satunya terlihat di RSUD ODSK Manado yang kini telah dilengkapi berbagai peralatan medis modern dan canggih untuk memperluas akses perobatan berkualitas bagi warga Sulut.
Tak hanya sekadar mengobati yang sakit, Pemprov Sulut menaruh perhatian besar pada upaya preventif melalui pemenuhan gizi anak sejak dini. Langkah ini dipandang mendasar untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Sulut yang berdaya saing.
“Pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai pengobatan, tetapi juga menyangkut upaya promotif dan preventif, termasuk pemenuhan gizi sejak usia dini,” pungkas Yulius, sembari menyampaikan apresiasinya kepada stasiun TV penyelenggara atas pengakuan yang diberikan.
Capaian ini menjadi suntikan motivasi bagi Pemprov Sulut untuk terus memperkuat layanan publik demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

