ZONAUTARA.com – Makanan yang dimasak hingga bagian permukaannya hangus kerap kali dianggap lebih nikmat. Namun, konsumsi makanan gosong dapat berisiko bagi kesehatan. Kondisi ini terjadi ketika makanan dimasak terlalu lama atau pada suhu tinggi sehingga permukaannya berubah hitam.
Melansir Alodokter, pemasakan berlebihan pada makanan yang mengandung karbohidrat dan protein dapat menghasilkan senyawa akrilamida dan hidrokarbon polisiklik aromatik (HPA) yang memiliki sifat karsinogenik atau dapat meningkatkan risiko kanker. Senyawa-senyawa tersebut dapat merusak sel atau memicu pertumbuhan sel abnormal.
Makanan yang terlalu gosong juga lebih sulit dicerna, dan pada orang dengan lambung sensitif, ini dapat menyebabkan mual, nyeri perut, atau ketidaknyamanan. Pemanasan berlebihan juga dapat merusak nutrisi seperti vitamin sensitif panas serta mengubah struktur protein dan lemak.
Meskipun makanan yang gosong dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kronis, termasuk kanker, risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti gaya hidup, pola makan, dan kondisi kesehatan umum. Disarankan agar makanan dipanggang pada suhu sedang dengan waktu yang tepat, serta bagian gosong sebaiknya dipotong.
Membatasi konsumsi makanan gosong dan menyeimbangkan dengan sayuran serta buah-buahan juga dianjurkan. Kendati demikian, menikmati makanan gosong sesekali, sekitar satu hingga dua porsi per minggu, dianggap masih aman.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

