Strategi Indonesia Hadapi Krisis Energi Global

Indonesia melakukan berbagai cara hadapi krisis energi, dari subsidi BBM hingga diversifikasi energi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Indonesia tengah melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan mengantisipasi krisis energi. Negara ini tetap kebal terhadap guncangan harga minyak dan gas internasional. Dalam laporan “Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026”, Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara yang paling terlindungi, menempati peringkat kedua setelah Afrika Selatan dalam kategori faktor perlindungan total.

Pemerintah Indonesia mengadopsi instrumen intervensi seperti subsidi BBM dan listrik serta kebijakan DMO (Domestic Market Obligation) batu bara. Mekanisme ini membantu agar gejolak harga global tidak langsung membebani masyarakat. Sumber energi domestik menjadi salah satu pertahanan terbesar, dengan batu bara mendominasi bauran energi primer sebesar 40,37%, diikuti oleh minyak bumi 28,82%, gas alam 16,17%, dan energi baru terbarukan sebesar 14,65%.

Pemerintah memutuskan untuk tidak langsung menaikkan harga BBM subsidi meskipun harga minyak dunia meningkat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan sebagai peredam kejut sehingga konsumen tidak langsung merasakan kenaikan harga minyak global. Hingga saat ini, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar belum dinaikkan oleh pemerintah.

Dalam upaya mengurangi ketergantungan impor, Pertamina melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah, termasuk mendapatkan pasokan dari Amerika Serikat dan luar Timur Tengah. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa Indonesia mendapatkan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus, berkat pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin.

Pemerintah juga mempercepat diversifikasi bahan bakar berbasis sumber daya domestik, seperti program B40 yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit dalam solar. PT Pertamina Patra Niaga menargetkan BBM jenis solar dengan campuran biodiesel sebesar 50% dapat terealisasi di seluruh SPBU pada September 2026, dengan 82% SPBU Pertamina telah menyalurkan B50 sejak Juli 2026.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com