ZONAUTARA.com – Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta memberikan dukungan kepada para delegasi Indonesia yang melakukan walk out (WO) saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sukamta menegaskan bahwa Netanyahu tidak layak mendapatkan podium di PBB. “Bagus, orang dengan vonis dari ICJ sebagai penjahat pembantai penduduk Gaza yang mereka jajah memang tidak layak mendapat tempat di podium tertinggi lembaga internasional seperti PBB,” kata Sukamta saat dihubungi, Jumat (25/9/2026).
Wakil Ketua Fraksi PKS ini menambahkan bahwa langkah delegasi Indonesia menunjukkan sikap bahwa tidak ada tempat bagi Netanyahu. Menurutnya, Netanyahu adalah penjahat kemanusiaan. “Langkah delegasi RI ini untuk menegaskan bahwa tidak ada tempat yang terhormat bagi penjahat kemanusiaan,” tegas dia.
Sejumlah delegasi termasuk dari Indonesia melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB. Video dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI menunjukkan delegasi Indonesia berdiri dan meninggalkan bangku, diikuti puluhan delegasi lain.
Sementara itu, dari dalam ruangan, tim Netanyahu justru berdiri dan bertepuk tangan. Menyebut delegasi yang walk out sebagai pengecut, Netanyahu berkata “Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi,” ujarnya kepada para delegasi.
Pidato Netanyahu ini disampaikan menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Ia juga memanfaatkan panggung PBB untuk menyerang sejumlah pihak, termasuk Mamdani, wali kota New York, yang disebut sebagai “antisemit” setelah ia terpilih menjadi politikus Muslim pertama di posisi tersebut. “Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman,” kata Netanyahu.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

